Yen Makin Keok, Rupiah Ditutup Malah Memburuk

Rabu, 14 September 2016 - 17:00 WIB
Yen Makin Keok, Rupiah...
Yen Makin Keok, Rupiah Ditutup Malah Memburuk
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin ambles. Kondisi ini di tengah semakin tidak berdayanya mata uang Jepang, yen terhadap USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.203/USD dengan kisaran harian Rp13.163-Rp13.232/USD. Posisi rupiah memburuk dibandingkan dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.160/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah ditutup pada posisi Rp13.205/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya Rp13.187/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini juga berada pada level Rp13.205/USD atau jauh lebih buruk dibanding penutupan sebelumnya, yang berada di level Rp13.168/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.170-Rp13.243/USD.

Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.228/USD. Posisi ini tercatat semakin memburuk dengan penurunan sebesar 77 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.151/USD.

Dilansir Reuters, Rabu (14/9/2016) yen tergelincir ke level terendah dalam satu pekan terhadap USD pada hari ini, setelah sebuah laporan mengatakan bahwa Bank of Japan (BoJ) sedang mempertimbangkan langkah-langkah pelonggaran moneter lebih lanjut, termasuk mengambil suku bunga lebih dalam wilayah negatif.

Sementara, sumber mengatakan kepada Reuters bahwa BOJ dapat membuat program pembelian obligasi pemerintah besar-besaran lebih fleksibel, harian bisnis Nikkei mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan mempertahankan janji untuk meningkatkan kepemilikan, akan diumumkan pada pertemuan kebijakan pekan depan.

Yen terhadap USD menguat 25% tahun ini sampai Juni, ketika mata uang safe-haven memukul 2,5 tahun tinggi dari 99 per USD setelah terjadinya referendum Inggris keluar dari Uni Eropa. BoJ pun pada Januari menurunkan suku bunga ke wilayah negatif untuk pertama kalinya, langkah ini untuk melemahkan yen.

USD terhadap yen naik 0,7% pada hari ini ke level 103,35 atau terkuat terhadap mata uang Jepang sejak 6 September. Selain itu, euro pun tercatat naik terhadap yen sebesar 0,9% atau tertinggi dalam sembilan hari ke level 116,085.

Greenback sendiri mendatar terhadap beberapa mata uang lainnya, setelah sebelumnya mencapai level cukup tinggi dalam satu pekan, hanya sepekan sebelum pertemuan kebijakan berikutnya AS Federal Reserve dimulai. Mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan Kanada rebound moderat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved