Sanksi Ekonomi Myanmar Segera Dicabut Amerika Serikat

Kamis, 15 September 2016 - 15:33 WIB
Sanksi Ekonomi Myanmar...
Sanksi Ekonomi Myanmar Segera Dicabut Amerika Serikat
A A A
WASHINGTON - Sanksi ekonomi yang kurang lebih menjerat Myanmar selama satu dekade terakhir akan segera berakhir, seperti yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Pernyataan ini muncul saat Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Washington.

Dilansir BBC, Kamis (15/9/2016) akses perdagangan Myanmar telah diberikan sejak tahun 1989 setelah negara tersebut memiliki catatan buruk dalam hak asasi manusia. Seperti diketahui Myanmar telah melakukan pelanggaran HAM berat terhadap suku Rohingya di tanah kelahirannya sendiri. Hal ini kerap menjadi perhatian Kongres Amerika.

(Baca Juga: AS Melonggarkan Sanksi Ekonomi Myanmar)

Namun Presiden Obama mengatakan bakal segera mencabut sanksi ekonomi, ketika transisi kekuasaan dari junta militer ke pemerintahan sipil mulai terjadi. Dia menegaskan dalam sebuah surat kepada kongres tengah pekan ini, Myanmar yang juga dikenal dengan sebutan Burma ini akan mendapatkan pengecualian dari pajak impor tinggi.

Obama memang belum mengatakan secara pasti kapan waktu pencabutan sanksi ekonomi tersebut akan terjadi, namun dia menegaskan akan segera melakukannya. "Amerika Serikat sekarang siap mencabut sanksi-sanksi yang telah kami terapkan terhadap Myanmar selama beberapa waktu," kata Obama saat bertemu dengan Aung San Suu Kyi.

"Ini akan dilakukan untuk memastikan masyarakat Burma mendapatkan hadiah sehingga bisa melakukan bisnis dengan cara baru bersama pemerintah baru," sambungnya.

Sementara itu Aung San Suu Kyi yang juga memimpin partai berkuasa meminta agar sanksi ekonomi di negaranya segera dicabut. "Saya kira ini saatnya semua sanksi ekonomi yang membuat ekonomi Myanmar memburuk harus dicabut segera," ucap dia.

"Kesatuan juga membutuhkan kemakmuran. Banyak orang, ketika mereka harus berjuang atas sumber daya yang terbatas, mereka kerap lupa pentingnya berdiri bersama. Kami pikir waktunya telah tiba untuk menghapus semua sanksi yang menindas ekonomi kami," tutup Aung San.

Di bawah pemerintahan militer Myanmar sebelumnya, berbagai sanksi diterapkan oleh Amerika Serikat. Namun sanksi-sanksi perlahan-lahan dilonggarkan sejak militer mulai mengendurkan kekuasaan lima tahun lalu.

Kini disepakati pula bahwa pemerintah AS akan memulihkan fasilitas perdagangan sehingga Myanmar dapat menjual ribuan produknya ke Amerika Serikat tanpa bea masuk.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Singapura Tegaskan Tolak...
Singapura Tegaskan Tolak Sanksi Menyeluruh Terhadap Myanmar
Jepang Dilaporkan akan...
Jepang Dilaporkan akan Hentikan Bantuan Pembangunan untuk Myanmar
Kudeta Militer Dapat...
Kudeta Militer Dapat Porak-Porandakan Ekonomi Myanmar
Junta Menggila, AS Ancam...
Junta Menggila, AS Ancam Jatuhkan Sanksi Baru pada Myanmar
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
50 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved