Rupiah Akhir Pekan Dibuka Berangsur Pulih Saat USD Tertekan

Jum'at, 16 September 2016 - 10:38 WIB
Rupiah Akhir Pekan Dibuka...
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Berangsur Pulih Saat USD Tertekan
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan sedikit demi sedikit mulai menanjak naik, untuk meneruskan bertahan di jalur positif. Kondisi ini terjadi saat USD merosot dipengaruhi meredanya spekulasi kenaikan suku bunga acuan AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka membaik di level Rp13.131/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.190/USD.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp13.170/USD dengan kisaran harian Rp13.075-Rp13.170/USD atau berangsur pulih dari posisi kemarin di level Rp13.170/USD. Bahkan pada pukul 10.10 WIB bergerak terus menanjak ke level Rp13.105/USD.

Pada data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pagi ini menunjukkan perbaikan dengan berada di posisi Rp13.102/USD atau jauh menguat dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.195/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp13.145/USD atau naik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.175/USD. Hari ini mata uang Garuda bergerak di kisaran harian Rp13.110-Rp13.158/USD.

Dilansir Reuters, Jumat (16/9/2016) USD merosot di akhir pekan setelah data ekonomi AS mengurangi potensi kenaikan suku bunga AS pekan. Sementara harga komoditas berakhir lebih tinggi didukung dolar Australia dan Kanada.

Di sisi lain euro tercatat mengalami kenaikan 0,1% terhadap USD menjadi 1.1248, untuk menjauh dari posisi terendah. Pergerakan mata uang terlihat sangat terbatas pekan ini, ketika investor masih wait and see jelang pertemuan The Fed pada 20-21 September, mendatang.

Sementara USD turun 0,1% ke level 101.935 melawan yen, setelah kehilangan 0,3% dalam sesi sebelumnya. Kondisi ini membuat mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- berada pada jalur negatif dengan kerugian sekitar 0,8% selama sepekan.

Di tempat lain, dolar Australia cenderung stabil pada level 0.7513 terhadap USD diikuti pergerakan mendatar dolar Kanada pada posisi 1.3161 melawan USD. Meski begitu ini masih berada dalam tren penurunan dalam tujuh pekan terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
23 menit yang lalu
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
37 menit yang lalu
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
1 jam yang lalu
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
1 jam yang lalu
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
2 jam yang lalu
Bahlil Ancam Akan Tinjau...
Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50
2 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved