Ekonomi Dunia Loyo, Jokowi Andalkan Penerimaan Dalam Negeri

Jum'at, 16 September 2016 - 16:22 WIB
Ekonomi Dunia Loyo,...
Ekonomi Dunia Loyo, Jokowi Andalkan Penerimaan Dalam Negeri
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan, kondisi ekonomi global hingga tahun depan belum akan menunjukkan perbaikan signifikan.‎ Pemerintah terpaksa hanya mengandalkan sumber penerimaan dari dalam negeri, untuk menopang pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

Dia mengatakan, Indonesia‎ perlu fokus memperbaiki kondisi di dalam negeri dengan langkah konkret, nyata, dan produktif. Misalnya, dengan memperbaiki iklim usaha serta mengundang investasi masuk ke Indonesia dalam jumlah besar.

"Kita perlu fokus memperbaiki kondisi di dalam negeri dengan langkah-langkah konkret, nyata untuk memperbaiki sumber pertumbuhan kita dengan fokus belanja pada hal yang produktif, sekali lagi yang produktif," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Menurutnya, untuk menjaga pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016, perlu sejumlah langkah. Salah satunya dengan memaksimalkan penerimaan pajak baik dari sumber reguler maupun dari program pengampunan pajak (tax amnesty).

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk memaksimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta tunggakan yang belum dibayar. "Kemudian juga pengendalian cost recovery dari migas untuk mendukung optimalisasi penerimaan, juga lakukan secara konsisten langkah-langkah penghematan belanja yang ditetapkan dalam Instruksi Presiden," imbuh dia.

Sementara, terkait pengendalian dan penundaan dana bagi hasil, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk mengintensifkan komunikasi dengan para gubernur dan bupati.

"Sehingga, semuanya dapat memahami dan mengelola situasi perubahan ini dengan baik," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Pertanian Jadi Penyelamat...
Pertanian Jadi Penyelamat Ekonomi RI, Penyumbang Terbesar ke APBN
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Ekonomi RI Lebih Baik...
Ekonomi RI Lebih Baik dari Negara ASEAN, Menkeu: Berkat Rancangan APBN yang Responsif
Realisasi Indikator...
Realisasi Indikator Makro RI Dipaparkan DPR, Ekonomi Masih Terbebani Corona
Berita Terkini
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
14 menit yang lalu
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
1 jam yang lalu
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
9 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
10 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved