Kadin Sebut Indonesia Alami Gejala Deindustrialisasi

Selasa, 20 September 2016 - 10:31 WIB
Kadin Sebut Indonesia...
Kadin Sebut Indonesia Alami Gejala Deindustrialisasi
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian Johnny Darmawan ‎ mengatakan, Indonesia saat ini sedang mengalami gejala deindustrialisasi yang semakin nyata. Hal ini ditandai dengan makin turunnya kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dia menuturkan, pada 2004 industri pengolahan nonmigas sangat berkontribusi terhadap PDB cukup tinggi yakni sekitar 28,34%, namun untuk tahun selanjutnya terus mengalami penurunan.

"Pada 2004 kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB masih tinggi sebesar 28,34%, tetapi pada tahun berikutnya terus mengalami penurunan sampai saat ini, yakni pada 2013 sebesar 21,03 %, 2014 sebesar 21,01% dan 2015 sebesar 20,84%," kata dia dalam sambutannya di Rakornas Kadin di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Adanya gejala deindustrialisasi ini telah mengakibatkan meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Berkaitan dengan hal tersebut, sektor manufaktur menjadi kunci untuk menghindari deindustrialisasi.

"Hal ini karena manufaktur yang kuat menjadi syarat untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia," imbuh Johnny.

Transformasi ekonomi, lanjut dia, perlu dilakukan melalui peningkatan daya saing industri di pasar global. Di mana, industri menjadi sentral dalam transformasi karena industri merupakan lokomotif pertumbuhan menuju negara maju.

"Strategi nasional perlu diarahkan untuk membangun industri berdaya saing tinggi, penciptaan nilai tambah domestik, serta berorientasi ekspor," kata dia.

Sejalan dengan program pemerintah, Kadin mendukung upaya-upaya pemerintah yang terus menjalankan hilirisasi industri untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja serta peluang usaha di negeri sendiri.

"Ke depan, Indonesia harus memiliki industri primer yang kuat untuk menopang sektor jasa dan perdagangan yang terus bertumbuh," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kadin Perindustrian...
Kadin Perindustrian Beberkan Pemicu Penjualan Kendaraan Niaga Naik di Februari 2026
Astra Bersama Kementerian...
Astra Bersama Kementerian Perindustrian dan KADIN Terus Perkuat Rantai Pasok Industri Manufaktur
PKK Sumsel Gandeng Dinas...
PKK Sumsel Gandeng Dinas Perindustrian Fasilitasi UP2K
Kemenperin Ciptakan...
Kemenperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair
Izin Operasional dan...
Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Dipermudah Saat Pandemi Corona
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
8 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
8 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
8 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
9 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
9 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
9 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved