IHSG Turun 15,21 Poin, Rupiah Naik 19 Poin
Selasa, 20 September 2016 - 12:30 WIB
IHSG Turun 15,21 Poin, Rupiah Naik 19 Poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) pada sesi I perdagangan Selasa (20/9), terpantau terkulai 15,21 poin atau 0,29% ke level 5.306,64.
Sebelumnya, di awal hari ini, indeks dibuka cerah kendati hanya naik tipis 1,46 poin atau 0,03% ke posisi 5.323,30.
Namun, sekitar pukul 9.30 WIB, indeks berbalik melemah 10,54 poin atau 0,20% ke posisi 5.311,30. Melemahnya IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia.
Melansir CNBC, Selasa (20/9), analis pasar di CMC Markets, Ric Spooner menyebut pergerakan pasar cenderung terbatas untuk mengantisipasi seputar kabar keputusan moneter dari Federal Reserve AS dan Bank of Japan, pada Rabu besok. "Rentang perdagangan di pasar internasional telah menyempit selama beberapa sesi," ujarnya.
Di bursa Indonesia, dari 360 saham yang diperdagangkan, 109 naik, 152 melemah, dan 99 stagnan. Mayoritas sektor saham bergerak variatif, dengan sektor konsumer yang bearish hingga 1,22% berbanding sektor perkebunan yang naik 0,57%.
Nilai transaksi saham yang diperdagangkan mencapai Rp3,59 triliun dari 4,37 miliar saham yang diperdagangkan. Sementara itu nilai transaksi bersih asing minus Rp415 miliar, dengan aksi jual asing Rp1,465 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,049 triliun.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada jeda siang ini kembali bertambah 19 poin atau 0,14% ke Rp13.133/USD.
Tadi pagi, rupiah dibuka menguat tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.144/USD. Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini dipatok Rp13.142/USD. Terapresiasi 12 poin dari posisi Rp13.164/USD pada Senin (19/9).
Penguatan ini tidak lepas dari pasar global yang panas dingin dalam beberapa hari terakhir menunggu keputusan The Fed, apakah jadi menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Melansir Reuters, Selasa (20/9), hal ini membuat indeks USD terhadap sekeranjang enam rival utama bergerak datar di 95,845 DXY.
Indeks USD diperdagangkan melemah terhadap yen yaitu 101,56 ¥ JPY, dimana terakhir turun 0,1% ke 101,82 ¥ JPY. Dan Euro stabil di $ 1,1177 EUR.
Kepala Peneliti di Bank Wealth Management di Portland, Oregon, Amerika Serikat, Jennifer Vail menyebut banyak ketidakpastian yang mengarah ke The Fed.
Lanjut dia, sebagaimana kebanyakan investor berharap The Fed menahan diri dari rencana mengambil langkah-langkah baru, yang justru bisa berakibat buruk terhadap keseimbangan ekonomi.
Sebelumnya, di awal hari ini, indeks dibuka cerah kendati hanya naik tipis 1,46 poin atau 0,03% ke posisi 5.323,30.
Namun, sekitar pukul 9.30 WIB, indeks berbalik melemah 10,54 poin atau 0,20% ke posisi 5.311,30. Melemahnya IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia.
Melansir CNBC, Selasa (20/9), analis pasar di CMC Markets, Ric Spooner menyebut pergerakan pasar cenderung terbatas untuk mengantisipasi seputar kabar keputusan moneter dari Federal Reserve AS dan Bank of Japan, pada Rabu besok. "Rentang perdagangan di pasar internasional telah menyempit selama beberapa sesi," ujarnya.
Di bursa Indonesia, dari 360 saham yang diperdagangkan, 109 naik, 152 melemah, dan 99 stagnan. Mayoritas sektor saham bergerak variatif, dengan sektor konsumer yang bearish hingga 1,22% berbanding sektor perkebunan yang naik 0,57%.
Nilai transaksi saham yang diperdagangkan mencapai Rp3,59 triliun dari 4,37 miliar saham yang diperdagangkan. Sementara itu nilai transaksi bersih asing minus Rp415 miliar, dengan aksi jual asing Rp1,465 triliun berbanding aksi beli asing Rp1,049 triliun.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada jeda siang ini kembali bertambah 19 poin atau 0,14% ke Rp13.133/USD.
Tadi pagi, rupiah dibuka menguat tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.144/USD. Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini dipatok Rp13.142/USD. Terapresiasi 12 poin dari posisi Rp13.164/USD pada Senin (19/9).
Penguatan ini tidak lepas dari pasar global yang panas dingin dalam beberapa hari terakhir menunggu keputusan The Fed, apakah jadi menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Melansir Reuters, Selasa (20/9), hal ini membuat indeks USD terhadap sekeranjang enam rival utama bergerak datar di 95,845 DXY.
Indeks USD diperdagangkan melemah terhadap yen yaitu 101,56 ¥ JPY, dimana terakhir turun 0,1% ke 101,82 ¥ JPY. Dan Euro stabil di $ 1,1177 EUR.
Kepala Peneliti di Bank Wealth Management di Portland, Oregon, Amerika Serikat, Jennifer Vail menyebut banyak ketidakpastian yang mengarah ke The Fed.
Lanjut dia, sebagaimana kebanyakan investor berharap The Fed menahan diri dari rencana mengambil langkah-langkah baru, yang justru bisa berakibat buruk terhadap keseimbangan ekonomi.
(ven)
Lihat Juga :