Luhut Bakal Wajibkan Penyalur BBM untuk Campur Biodiesel

Jum'at, 23 September 2016 - 12:51 WIB
Luhut Bakal Wajibkan...
Luhut Bakal Wajibkan Penyalur BBM untuk Campur Biodiesel
A A A
JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan sedang menggodok rencana untuk mewajibkan seluruh penyalur bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi (Public Service Obligation/PSO) atau nonsubsidi (non PSO), untuk menjalankan kebijakan B20. Kebijakan ini mewajibkan penggunaan 20% bahan bakar nabati dalam BBM jenis solar.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana mengungkapkan, saat ini kewajiban pencampuran 20% biodiesel hanya diperuntukkan bagi PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo selaku penyalur BBM PSO. Namun, pemerintah ingin memperluasnya pemanfaatan biodiesel dengan mewajibkan penyalur BBM nonPSO untuk menggunakannya.

"‎Tujuannya ingin memperluas penggunaan atau pemanfaatan biodiesel‎," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Dia menargetkan, penyerapan biodiesel pasca diimplementasikannya ‎aturan baru ini dapat mencapai 5,5 juta kiloliter (KL), dengan rincian 3 juta KL untuk solar PSO dan 2,5 juta KL untuk solar nonPSO. Aturan baru ini diharapkan dapat berlaku mulai November 2016.

"‎Harapan kita (bisa berlaku November). Itu pun kalau diketok oleh Komite Pengarah. Jadi, kan November tinggal dua bulan lagi. Tapi di sana ada delapan menteri. Ini baru satu menteri," imbuhnya.

Dengan diperluasnya cakupan pemanfaatan biodiesel, Rida berharap ekspor Crude Palm Oil (CPO) tahun depan bisa semakin meningkat. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu menaikkan tarif pungutan CPO fund dari perusahaan kelapa sawit untuk mendanai mandatori B20 ini.

"‎Volumenya yang nambah. Karena volume ekspornya kita harapkan naik, makanya pungutannya naik meskipun per tonnya tetap," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Gulirkan...
Pemerintah Diminta Gulirkan Gerakan Hemat BBM
Pengamat: Saatnya Disparitas...
Pengamat: Saatnya Disparitas Harga Solar Subsidi dan Non-subsidi Dipersempit
Ada Truk Zombie, DPR...
Ada Truk Zombie, DPR Ungkap Modus Penghisap BBM Subsidi
Solar di Sebuku Kalimantan...
Solar di Sebuku Kalimantan Utara Langka, Aktivitas Warga Terhambat
Mulai Hari Ini Beli...
Mulai Hari Ini Beli Solar Subsidi di Jakarta, Depok, dan Bogor Wajib Pakai Full QR
Polres Bolmong Gagalkan...
Polres Bolmong Gagalkan Pengiriman Ilegal BBM Bersubsidi, 3 Pelaku Ditangkap
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
53 menit yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
1 jam yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
2 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
2 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
3 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
11 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved