IHSG Dibuka Terpeleset Iringi Kejatuhan Bursa Utama Asia
Senin, 26 September 2016 - 09:50 WIB
IHSG Dibuka Terpeleset Iringi Kejatuhan Bursa Utama Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan hari ini memerah, dengan penurunan sebesar 0,35% atau setara dengan 19,07 poin ke level 5.369,84. Penyusutan IHSG mengawali pekan ini mengiringi mayoritas bursa Asia yang juga mengalami tekanan.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup bertambah menguat 8,65 poin atau 0,16% ke 5.388,91 setelah sempat tertekan pada pergerakannya. Kebangkitan bursa saham tanah air akhir pekan kemarin, terjadi saat Bursa Asia menyusut.
Dilansir Reuters, Senin (26/9/2016) pasar saham Asia mengawali pekan ini dengan kejatuhan ketika bursa Amerika Serikat (AS) akhir pekan kemarin tertekan jelang debat pertama calon Presiden AS. Hari ini indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,1% pada awal perdagangan, sementara indeks Nikkei Jepang merosot 0,86% ke level 16.609,97.
Pelemahan juga terjadi pada beberapa bursa Asia seperti indeks Kospi Korea yang tergelincir 0,27% atau setara dengan 5,45 poin ke level 2.048,62. Selanjutnya pada daratan China, indeks Heng Seng memerah dengan pelemahan sebesar 195,74 poin atau 0,83% ke level 23.490,74, hal tersebut mengiringi penurunan yang juga terjadi pada indeks Shanghai dengan besaran 0,68% ke level 3.013,36.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp470 miliar dengan 804 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp56,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp129,5 miliar dan aksi beli sebesar Rp186,0 miliar. Tercatat 78 saham menguat, 109 saham melemah dan 64 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) naik Rp90 menjadi Rp2.890, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) meningkat Rp50 menjadi Rp890 dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) bertambah Rp35 menjadi Rp815.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp675 menjadi Rp64.450, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp225 menjadi Rp18.975 serta PT Astra International Tbk. (ASII) berkurang Rp175 menjadi Rp8.425.
Sementara pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air ditutup bertambah menguat 8,65 poin atau 0,16% ke 5.388,91 setelah sempat tertekan pada pergerakannya. Kebangkitan bursa saham tanah air akhir pekan kemarin, terjadi saat Bursa Asia menyusut.
Dilansir Reuters, Senin (26/9/2016) pasar saham Asia mengawali pekan ini dengan kejatuhan ketika bursa Amerika Serikat (AS) akhir pekan kemarin tertekan jelang debat pertama calon Presiden AS. Hari ini indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,1% pada awal perdagangan, sementara indeks Nikkei Jepang merosot 0,86% ke level 16.609,97.
Pelemahan juga terjadi pada beberapa bursa Asia seperti indeks Kospi Korea yang tergelincir 0,27% atau setara dengan 5,45 poin ke level 2.048,62. Selanjutnya pada daratan China, indeks Heng Seng memerah dengan pelemahan sebesar 195,74 poin atau 0,83% ke level 23.490,74, hal tersebut mengiringi penurunan yang juga terjadi pada indeks Shanghai dengan besaran 0,68% ke level 3.013,36.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp470 miliar dengan 804 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp56,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp129,5 miliar dan aksi beli sebesar Rp186,0 miliar. Tercatat 78 saham menguat, 109 saham melemah dan 64 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) naik Rp90 menjadi Rp2.890, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) meningkat Rp50 menjadi Rp890 dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) bertambah Rp35 menjadi Rp815.
Di sisi lain saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) turun Rp675 menjadi Rp64.450, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menyusut Rp225 menjadi Rp18.975 serta PT Astra International Tbk. (ASII) berkurang Rp175 menjadi Rp8.425.
(akr)
Lihat Juga :