Industri Dalam Negeri Terancam Serbuan Baja Impor

Senin, 26 September 2016 - 11:04 WIB
Industri Dalam Negeri...
Industri Dalam Negeri Terancam Serbuan Baja Impor
A A A
JAKARTA - Produsen baja nasional meminta dukungan pemerintah terkait kembali membanjirnya produk baja impor yang dapat mengancam keberlangsungan industri baja yang telah dibangun bertahun-tahun.

Meskipun telah ditetapkan bea masuk yang sudah dinaikkan, impor baja terindikasi dilakukan dengan mengalihkan pos tarif, sehingga terhindar dari bea masuk. Kondisi ini semakin mengancam utilisasi produsen baja nasional.

"Kami terpaksa menutup satu line pabrik serta mengistirahatkan 500 karyawan sebagai dampak membanjirnya produk baja impor," kata Managing Director PT Ispat Indo, Baldeo Prasad Banka saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/9/2016).

Menurutnya, sebagai produsen utama produk baja wire rod selama ini bisnis perusahaan dapat berjalan karena memiliki pangsa pasar 60% setahun, namun ketika pangsa tergerus sampai 15%, tentunya bisnis perusahaan akan terganggu.

Kasus membanjirnya impor baja sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun lalu yang dikemas melalui produk baja ringan dengan menambah unsur paduan atau dikenal dengan istilah baja paduan seperti pada produk baja karbon.

Produk baja paduan selama ini memang mendapat fasilitas bea masuk dari pemerintah, namun kemudian hal ini disalahgunakan importir dengan memasukan produk baja paduan dengan kandungan di bawah standar. Bahkan, pada beberapa kasus nyaris tidak ada kandungan apapun di dalamnya.

Kondisi demikian membuat harga baja impor ini menjadi lebih murah dibanding baja yang dibuat produsen dalam negeri.

Sementara, PT Gunung Garuda, produsen baja profile yang biasa diperuntukan untuk pekerjaan konstruksi dan infrastruktur, menyatakan regulasi pemerintah masih belum bisa mengatasi impor baja.

Juru Bicara PT Gunung Garuda, Ketut Setiawan menjelaskan pemerintah sebelumnya pernah berhasil memperketat impor baja paduan ini dengan mengenakan bea masuk terhadap produk baja paduan yang tidak memiliki standar SNI serta sempat berjalan efektif. "Namun, entah mengapa kembali lagi terjadi pada tahun ini," kata Ketut.

Menurutnya, perusahaan juga merasakan turunnya pangsa pasar akibat serbuan baja impor berkedok baja paduan. "Permintaan baja profile yang dipasok dari perusahaan kami dan PT Krakatau Wajatama (anak usaha PT Krakatau Steel) berkisar 400.000 ton per tahun, namun akhir-akhir ini angka tersebut tidak pernah tercapai," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baja Nasional, Mutu...
Baja Nasional, Mutu Global: Krakatau Steel Bidik Kepercayaan Pasar
Raker Penyelamatan Industri...
Raker Penyelamatan Industri Baja Nasional Ditunda
Perlu Strategi Perkuat...
Perlu Strategi Perkuat Industri Baja Nasional Disaat Pandemi COVID-19
Sikap Tegas Pemerintah...
Sikap Tegas Pemerintah Ditunggu Soal Banjir Baja Impor
Tanpa Perlindungan Pemerintah,...
Tanpa Perlindungan Pemerintah, 100 Ribu Tenaga Kerja Industri Baja Terancam PHK
Kondisi Industri Baja...
Kondisi Industri Baja Nasional: Banjir Produk Luar atau Ketergantungan Impor?
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved