Rupiah Masih Menguat, IHSG Siang Ini Makin Memerah
Senin, 26 September 2016 - 12:37 WIB
Rupiah Masih Menguat, IHSG Siang Ini Makin Memerah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang masih terlihat menguat dibanding penutupan kemarin. Penguatan mata uang Garuda terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini semakin menguat ke level Rp13.070/USD atau lebih baik dari pembukaan tadi pagi di posisi Rp13.073/USD dengan kisaran harian siang ini berada di posisi Rp13.039-Rp13.083/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp13.081/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini lebih baik dari sebelumnya dan bergerak di kisaran level Rp13.069-Rp13.103/USD.
Pada data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah masih tetap berada di posisi Rp13.087/USD dibanding penutupan akhir pekan kemarin.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah perkasa di level Rp13.076/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat 22 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.098/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini semakin memerah. Bursa saham Tanah Air siang ini enjlok 33,01 poin atau 0,61% ke level 5.355,90.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka terpeleset 19,07 poin atau 0,35% ke level 5.369,84 pada saat bursa Asia juga dibuka mayoritas di zona hijau. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 8,65 poin atau 0,16% ke 5.388,91.
Sektor saham dalam negeri mayoritas memerah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang 2,04% disusul sektor manufaktur yang melemah 1,11%. Sementara, sektor yang menguat adalah sektor infrastruktur yang naik 0,10%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,42 triliun dengan 2,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp73,25 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,07 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1 triliun. Tercatat 98 saham menguat, 179 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT BISI International Tbk (BISI). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PRT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Menurut data Yahoo Finance, rupiah siang ini semakin menguat ke level Rp13.070/USD atau lebih baik dari pembukaan tadi pagi di posisi Rp13.073/USD dengan kisaran harian siang ini berada di posisi Rp13.039-Rp13.083/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp13.081/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini lebih baik dari sebelumnya dan bergerak di kisaran level Rp13.069-Rp13.103/USD.
Pada data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah masih tetap berada di posisi Rp13.087/USD dibanding penutupan akhir pekan kemarin.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah perkasa di level Rp13.076/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat 22 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.098/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini semakin memerah. Bursa saham Tanah Air siang ini enjlok 33,01 poin atau 0,61% ke level 5.355,90.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka terpeleset 19,07 poin atau 0,35% ke level 5.369,84 pada saat bursa Asia juga dibuka mayoritas di zona hijau. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG ditutup menguat 8,65 poin atau 0,16% ke 5.388,91.
Sektor saham dalam negeri mayoritas memerah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah aneka industri yang 2,04% disusul sektor manufaktur yang melemah 1,11%. Sementara, sektor yang menguat adalah sektor infrastruktur yang naik 0,10%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,42 triliun dengan 2,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp73,25 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,07 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1 triliun. Tercatat 98 saham menguat, 179 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT BISI International Tbk (BISI). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PRT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
(izz)
Lihat Juga :