Lanxess Jerman Beli Perusahaan AS Chemtura USD2,7 Miliar

Senin, 26 September 2016 - 18:27 WIB
Lanxess Jerman Beli...
Lanxess Jerman Beli Perusahaan AS Chemtura USD2,7 Miliar
A A A
FRANKFURT - Setelah Bayer AG mengakuisisi perusahaan agrokimia asal Amerika Serikat, Monsanto senilai USD65 miliar, kini perusahaan Jerman lainnya melakukan aksi serupa. Perusahaan karet sintetis terbesar di dunia, Lanxess AG dikabarkan membeli perusahaan petrokimia asal AS, Chemtura sebesar 2,4 miliar euro atau setara dengan USD2,7 miliar.

Melansir Reuters, Senin (26/9/2016), Lanxess AG menggunakan dana dan pinjaman baru untuk membeli Chemtura. Lanxess pun membayar setiap saham Chemtura sebesar USD33,50 per saham, naik 19% dari nilai sebelumnya. Dan pengambilalihan tersebut menjadi yang terbesar dalam bisnis karet sintetis di dunia.

“Bisnis Chemtura sangat bermanfaat dan memberi keuntungan dari segi bahan baku. Itu sebabnya harga yang kami bayar merupakan nilai yang adil,” kata Chief Executive Officer Lanxess, Matthias Zachert seperti dikutip Fortune, Senin (26/9/2016).

Pembelian tersebut dalam upaya mendorong diversifikasi dari unit karet sintetis, yang saat ini bergantung kepada industri otomotif. Dengan pembelian ini, Lanxess akan masuk ke bisnis baru, yaitu kimiawi seperti bahan obat dan pestisida, bahan kimia penyamakan kulit, pigmen konstruksi beton, dan bahan kimia pengolahan air.

Sebelumnya pada 2008 lalu, Lanxess juga mengakuisisi produsen karet dari Brazil, Petroflex sebesar 280 juta eiro dan pada 2010 membeli perusahaan petrokimia Belanda, DSM senilai 310 juta euro.

Aksi korporasi tersebut mendongkrak saham Lanxess naik 8% pada perdagangan hari ini, merupakan yang tertinggi dalam setahun belakangan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Karet Alam...
Industri Karet Alam Jadi Akselerator Ekonomi Daerah, Ini Buktinya
Pabrik Aspal Karet Muba...
Pabrik Aspal Karet Muba salah satu Kontribusi Nyata Pulihkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi
Pria Ini Temukan Cek...
Pria Ini Temukan Cek Perusahaan Senilai Rp73 M, Imbalannya Bikin Elus Dada
Ekonomi China Melemah,...
Ekonomi China Melemah, Harga Karet Terjun Bebas
Resmi Beroperasi, Pabrik...
Resmi Beroperasi, Pabrik Karet Remah di Aceh Pertama Siap Dongkrak Ekonomi Daerah
Kualitas Dinilai Rendah,...
Kualitas Dinilai Rendah, Harga Karet di PALI Rp3.000 Perkilo
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
2 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
3 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
5 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
6 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
7 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved