Pengamat Ini Sebut Pertamina Boleh Ambil Untung Jual BBM
Selasa, 27 September 2016 - 09:33 WIB
Pengamat Ini Sebut Pertamina Boleh Ambil Untung Jual BBM
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Kebijakan Enerji dan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menyatakan, PT Pertamina boleh mengambil untung dalam menjual bahan bakar minyak (BBM). Terutama yang jadi penugasan pemerintah seperti solar dan premium.
"Dana keuntungan ini secara korporasi akan terkait pula untuk menutupi kerugian Pertamina akibat tidak naiknya harga jual BBM hingga September 2016," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (27/9/2016).
Akibat kenaikan harga minyak dunia, harga jual solar yang ditetapkan Pertamina sudah rugi mulai Juli 2016. Saat ini dengan harga minyak dunia yang fluktuatif diperkirakan kerugian Pertamina sudah mencapai Rp650/liter.
"Silakan dihitung sendiri berapa kerugian yang ditanggung Pertamina saat ini. Menariknya, jika Pertamina untung hal ini malah menjadi isu yang sangat ramai meski sebenarnya Pertamina jelas sudah terbaca melakukan banyak kerja keras. Ini yang juga sudah dipublish ke publik seperti di antaranya efisiensi secara menyeluruh maupun inovasi produk-produk baru non subsidi," tuturnya.
Mirisnya, lanjut Sofyano, ketika Pertamina rugi besar dari bisnis PSO atau penugasan, ada pihak-pihak tertentu yang rajin mengecam. Malah seakan senang dan tidak bereaksi jika BUMN harus rugi.
"Anehkan, dan bisa mungkin mereka adalah antek antek mafia migas yang berharap Pertamina selalu rugi. Rakyat negeri ini pantas bertanya, apakah memang Pertamina tidak boleh untung dari PSO atau penugasan dan harus rugi yang seharusnya kerugian itu mestinya menjadi beban pemerintah?" kata dia.
Selain itu, Sofyani juga mempertanyakan menagapa BUMN lain seperti PLN dan Bulog yang juga menjalankan misi PSO boleh untung dan tidak dipermasalahkan. dia meyakini data yang dipublish pihak tertentu bahwa keuntungan besar Pertamina berasal dari penjualan BBM subsidi sangat bisa dipelintir.
"Juga dicampurkan dengan sengaja dengan bisnis BBM khusus atau BBM nonsubsidi Pertamina seperti pertalite, pertamax dan pertamax plus atau turbo," pungkasnya.
Baca Juga:
Faisal Basri: Harga BBM Seharusnya Turun 1 Oktober
Faisal Basri Sebut Pertamina Lebih Keren dari Shell
DPR: Pertamina Seharusnya Jual BBM Lebih Murah
"Dana keuntungan ini secara korporasi akan terkait pula untuk menutupi kerugian Pertamina akibat tidak naiknya harga jual BBM hingga September 2016," ujar dia dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (27/9/2016).
Akibat kenaikan harga minyak dunia, harga jual solar yang ditetapkan Pertamina sudah rugi mulai Juli 2016. Saat ini dengan harga minyak dunia yang fluktuatif diperkirakan kerugian Pertamina sudah mencapai Rp650/liter.
"Silakan dihitung sendiri berapa kerugian yang ditanggung Pertamina saat ini. Menariknya, jika Pertamina untung hal ini malah menjadi isu yang sangat ramai meski sebenarnya Pertamina jelas sudah terbaca melakukan banyak kerja keras. Ini yang juga sudah dipublish ke publik seperti di antaranya efisiensi secara menyeluruh maupun inovasi produk-produk baru non subsidi," tuturnya.
Mirisnya, lanjut Sofyano, ketika Pertamina rugi besar dari bisnis PSO atau penugasan, ada pihak-pihak tertentu yang rajin mengecam. Malah seakan senang dan tidak bereaksi jika BUMN harus rugi.
"Anehkan, dan bisa mungkin mereka adalah antek antek mafia migas yang berharap Pertamina selalu rugi. Rakyat negeri ini pantas bertanya, apakah memang Pertamina tidak boleh untung dari PSO atau penugasan dan harus rugi yang seharusnya kerugian itu mestinya menjadi beban pemerintah?" kata dia.
Selain itu, Sofyani juga mempertanyakan menagapa BUMN lain seperti PLN dan Bulog yang juga menjalankan misi PSO boleh untung dan tidak dipermasalahkan. dia meyakini data yang dipublish pihak tertentu bahwa keuntungan besar Pertamina berasal dari penjualan BBM subsidi sangat bisa dipelintir.
"Juga dicampurkan dengan sengaja dengan bisnis BBM khusus atau BBM nonsubsidi Pertamina seperti pertalite, pertamax dan pertamax plus atau turbo," pungkasnya.
Baca Juga:
Faisal Basri: Harga BBM Seharusnya Turun 1 Oktober
Faisal Basri Sebut Pertamina Lebih Keren dari Shell
DPR: Pertamina Seharusnya Jual BBM Lebih Murah
(izz)
Lihat Juga :