Rupiah Sentuh Rp12.900/USD, JK Sesumbar Berkat Tax Amnesty
Rabu, 28 September 2016 - 13:16 WIB
Rupiah Sentuh Rp12.900/USD, JK Sesumbar Berkat Tax Amnesty
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Wapres JK) menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang semakin gagah hingga menyentuh Rp12.900 per USD, berkat keberhasilan program pengampunan pajak (tax amnesty). Masyarakat menyambut baik program tersebut, sehingga berdampak pada keperkasaan mata uang Garuda akhir-akhir ini.
(Baca: Euro Jatuh, Rupiah Dibuka Makin Gagah di Level Rp12.900/USD)
Dia mengatakan, nilai tukar rupiah sejatinya memang sangat tergantung pada nilai tukar USD. Namun, keperkasaan rupiah akhir-akhir ini dianggap karena dampak dari program pengampunan pajak.
"Ya rupiah itu turun naik kepada dolar, tergantung bisa rupiah kuat bisa dolar melemah. Pada dewasa ini tentu karena melihat potensi-potensi tax amnesty," katanya di JCC, Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Menurutnya, respons masyarakat terhadap program amnesti pajak sangat baik dibuktikan dengan semakin banyaknya pengusaha kakap yang mengikuti program tersebut. Lebih jauh, keberhasilan tax amnesty juga diklaim telah menciptakan stabilitas terhadap kondisi ekonomi di Indonesia.
"Karena cukup baik (respon terhadap tax amnesty), maka rupiah menguat, antara lain karena itu. Kan ekonomi kita stabil karena itu," ujar JK.
Diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap USD pada siang hari ini berdasarkan data Yahoo Finance berada di level Rp12.928/USD atau masih menguat dibanding pentupan kemarin di level Rp12.950/USD. Siang ini rupiah berada di kisaran Rp12.902-Rp12.950/USD.
(Baca: Rupiah Masih Menguat, IHSG Siang Ini Betah di Zona Merah)
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp12.927/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya yang berada di level Rp12.955 dengan kisaran level Rp12.910-Rp13.940/USD.
Pada data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di posisi Rp12.926/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.945/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka perkasa di level Rp12.926/USD. Posisi ini jauh menguat dari posisi kemarin di level Rp13.027/USD.
(Baca: Euro Jatuh, Rupiah Dibuka Makin Gagah di Level Rp12.900/USD)
Dia mengatakan, nilai tukar rupiah sejatinya memang sangat tergantung pada nilai tukar USD. Namun, keperkasaan rupiah akhir-akhir ini dianggap karena dampak dari program pengampunan pajak.
"Ya rupiah itu turun naik kepada dolar, tergantung bisa rupiah kuat bisa dolar melemah. Pada dewasa ini tentu karena melihat potensi-potensi tax amnesty," katanya di JCC, Jakarta, Rabu (28/9/2016).
Menurutnya, respons masyarakat terhadap program amnesti pajak sangat baik dibuktikan dengan semakin banyaknya pengusaha kakap yang mengikuti program tersebut. Lebih jauh, keberhasilan tax amnesty juga diklaim telah menciptakan stabilitas terhadap kondisi ekonomi di Indonesia.
"Karena cukup baik (respon terhadap tax amnesty), maka rupiah menguat, antara lain karena itu. Kan ekonomi kita stabil karena itu," ujar JK.
Diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap USD pada siang hari ini berdasarkan data Yahoo Finance berada di level Rp12.928/USD atau masih menguat dibanding pentupan kemarin di level Rp12.950/USD. Siang ini rupiah berada di kisaran Rp12.902-Rp12.950/USD.
(Baca: Rupiah Masih Menguat, IHSG Siang Ini Betah di Zona Merah)
Posisi rupiah menurut data Bloomberg berada di level Rp12.927/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya yang berada di level Rp12.955 dengan kisaran level Rp12.910-Rp13.940/USD.
Pada data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di posisi Rp12.926/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp12.945/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka perkasa di level Rp12.926/USD. Posisi ini jauh menguat dari posisi kemarin di level Rp13.027/USD.
(izz)
Lihat Juga :