Genjot Sektor Hulu, Pertamina Kaji Ulang Kontrak 30 Blok Migas

Kamis, 29 September 2016 - 14:01 WIB
Genjot Sektor Hulu,...
Genjot Sektor Hulu, Pertamina Kaji Ulang Kontrak 30 Blok Migas
A A A
JAKARTA - PT‎ Pertamina (Persero) saat ini tengah mengkaji 30 blok minyak dan gas (migas) yang dalam masa terminasi atau akan habis masa kontraknya pada 2025. Hal ini dilakukan untuk menggenjot pendapatan perseroan di sektor hulu migas.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina menargetkan pada 2025 produksi di sektor hulu dapat mencapai 1,9 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). Saat ini, perseroan terus melakukan pemetaan agar mampu mencapai target produksi sebesar 1,9 juta barel per hari.

"‎Sampai 2025 ada 30-an blok yang akan terminasi dan berakhir masa kontraknya. Itu yang ada potensi untuk kita review. Ada target sekitar 481 ribu BOEPD (dari blok terminasi). Makanya Pertamina harus serius untuk mapping dari mana dapatkan 1,9 juta barel per hari," katanya saat berbincang dengan media di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Selain itu sambung dia, Pertamina mengaku akan meningkatkan produksi di sumur-sumur minyak yang kini masih berproduksi. Dari sumur eksisting tersebut, perseroan menargetkan dapat mencapai produksi hingga 624 ribu MBOEPD pada 2025.

"‎Jadi bagaimana mengelola sumur yang lama untuk bisa tingkatkan supaya dapat produksi yang lebih tinggi," imbuh dia.

Tak hanya itu, BUMN minyak dan gas ini juga menggenjot bisnis hulu panas bumi (geothermal). ‎Saat ini, Pertamina memiliki 11 proyek geothermal di enam lokasi berbeda yang akan digenjot produksinya hingga mencapai 90 ribu BOEPD. "Pertamina komit bagaimana hasilkan energi di panas bumi, baik uap atau listrik. Target sekitar 90 ribu BOEPD," tuturnya.

Mantan presenter berita ini menambahkan, ‎blok-blok migas perseroan yang ada di luar negeri juga dibidik untuk ditingkatkan produksinya. Dia menargetkan, produksi dari blok migas perseroan yang ada di luar negeri dapat mencapai 473 ribu barel per hari.

"‎Setelah kita masuk blok di luar negeri ternyata hasil produksinya bagus. Pertumbuhan tinggi, jumlah cadangan besar. Di Iran jumlah cadangannya kategori cadangan raksasa, karena bukan hanya ratusan juta barel tapi miliaran barel. Ini membuat kita confident untuk akuisisi di overseas. Targetnya (produksi migas di luar negeri) bisa 473 ribu BOEPD," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Jaga Produksi...
Pertamina Jaga Produksi Hulu Migas demi Keberlangsungan Energi
Harga Minyak Rendah,...
Harga Minyak Rendah, Pertamina Tetap Jaga Tingkat Produksi
Jurus Pertamina Menjaga...
Jurus Pertamina Menjaga Produksi Hulu Migas Saat Pandemi Covid-19
Pertamina EP Jatibarang...
Pertamina EP Jatibarang Field Terapkan K3 Produksi Migas Berkelanjutan
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Pangkas Produksi Migas
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
41 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
13 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi C-130J-30,...
Spesifikasi C-130J-30, Raksasa Langit TNI AU yang Tembus Langit Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved