Harga Minyak Rendah, Pertamina Tetap Jaga Tingkat Produksi
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:52 WIB
loading...
Pertamina menegaskan tetap menjaga tingkat produksi migas kendati harga minyak rendah demi keberlangsungan pasokan energi nasional. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan tetap menjaga tingkat produksi untuk memenuhi target produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional dan keberlangsungan penyediaan energi di tengah pandemi Covid-19 dan harga minyak yang belum stabil. Pada triwulan I/2020, Pertamina mencatat produksi hulu migas sebesar 918,8 MBOEPD (ribu barel setara minyak bumi per hari).
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, produksi migas pada triwulan I/2020 masih cukup stabil dan terjaga dengan baik. Rinciannya, produksi minyak bumi rata-rata sebesar 420,4 MBOPD (ribu barel per hari), sedangkan produksi gas bumi mencapai rata rata sebesar 2887,9 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).
Menurutnya, pencapaian produksi migas Pertamina ditopang oleh kinerja positif berbagai anak perusahaan hulu Pertamina yang berhasil berproduksi sesuai target yang ditetapkan.
"Sejumlah sumur baru yang selesai dibor pada 2019 telah mulai berproduksi pada awal tahun ini serta upaya pemeliharaan sumur-sumur (work over dan well services) yang ada menjadikan produksi migas Pertamina relatif stabil," ujar Fajriyah di Jakarta, Rabu(27/5/2020).
(Baca Juga: Pertamina Susun Protokol The New Normal untuk Kegiatan Operasional)
Fajriyah menambahkan, sejumlah anak perusahaan hulu Pertamina yang menyumbang produksi di atas target, antara lain Pertamina EP (PEP) untuk produksi gas dan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk produksi minyak. Selain itu, anak perusahaan hulu di luar negeri, yakni Pertamina International EP (PIEP) juga berhasil meningkatkan produksi gasnya, terutama di lapangan Aljazair.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan, produksi migas pada triwulan I/2020 masih cukup stabil dan terjaga dengan baik. Rinciannya, produksi minyak bumi rata-rata sebesar 420,4 MBOPD (ribu barel per hari), sedangkan produksi gas bumi mencapai rata rata sebesar 2887,9 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).
Menurutnya, pencapaian produksi migas Pertamina ditopang oleh kinerja positif berbagai anak perusahaan hulu Pertamina yang berhasil berproduksi sesuai target yang ditetapkan.
"Sejumlah sumur baru yang selesai dibor pada 2019 telah mulai berproduksi pada awal tahun ini serta upaya pemeliharaan sumur-sumur (work over dan well services) yang ada menjadikan produksi migas Pertamina relatif stabil," ujar Fajriyah di Jakarta, Rabu(27/5/2020).
(Baca Juga: Pertamina Susun Protokol The New Normal untuk Kegiatan Operasional)
Fajriyah menambahkan, sejumlah anak perusahaan hulu Pertamina yang menyumbang produksi di atas target, antara lain Pertamina EP (PEP) untuk produksi gas dan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk produksi minyak. Selain itu, anak perusahaan hulu di luar negeri, yakni Pertamina International EP (PIEP) juga berhasil meningkatkan produksi gasnya, terutama di lapangan Aljazair.
Lihat Juga :