Arus Deras Capital Inflow Penopang Penguatan Rupiah

Kamis, 29 September 2016 - 16:51 WIB
Arus Deras Capital Inflow...
Arus Deras Capital Inflow Penopang Penguatan Rupiah
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, banyaknya dana dari luar negeri (capital inflow) yang masuk ke Indonesia menjadi sentimen positif untuk penguatan rupiah hingga mampu meninggalkan level Rp13.000/USD. Dia menjabarkan jumlah dana yang masuk ke Tanah Air mengalami kenaikan dari tahun lalu Rp39 triliun menjadi Rp151 triliun pada periode Januari hingga September.

(Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Dua Sisi Penguatan Rupiah)

Meski begitu, menurutnya BI khawatir uang sebanyak itu tidak digunakan ke sektor produktif yang mampu mendorong perekonomian. "Jadi oleh karena itu kami takutkan. Dana inflow ke Indonesia dari Januari sampai September 2016 Rp151 triliun. Tahun lalu pada periode yang sama hanya Rp39 triliun. Jadi ini menunjukkan dana yang besar," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Dana dari luar yang masuk ini kata dia, sebagian bersumber dari repatriasi program tax amnesty. Sehingga banyak perusahaan mengkonversi mata uangnya dari dolar Amerika Serikat (USD) ke rupiah, meski tidak secara keseluruhan.

"Di Indonesia, dana yang masuk untuk repatriasi, itu ada yang tetap mau pegang dalam USD. Tapi ada yang setuju valuta asingnya dikonversi ke rupiah. Nah, kemarin itu banyak perusahaan yang mengkonversi USD-nya ke rupiah. Jadi suplai daripada rupiah dari konversi USD itu besar, otomatis rupiah menguat," papar dia.

Dia menambahkan nilai tukar rupiah merupakan cerminan dari kondisi perekonomian Indonesia. Karena itu, pemerintah tidak akan membiarkan deviasi mata uang Garuda yang mengakibatkan daya saing melemah.

"Tapi kami akan jaga bahwa nilai tukar itu mencerminkan fundamental ekonomi kita. Kita tidak kemudian menjadi mengizinkan untuk dia deviasi terhadap fundamental dan akhirnya menciptakan pelemahan daya saing dari Indonesia. Jadi itu adalah kondisinya," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
6 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
6 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
6 jam yang lalu
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
7 jam yang lalu
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
7 jam yang lalu
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
7 jam yang lalu
Infografis
Diprediksi Puncak Arus...
Diprediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved