Dorong Ekonomi Daerah, Bekraf Bangun Desa Kreatif

Kamis, 29 September 2016 - 23:35 WIB
Dorong Ekonomi Daerah,...
Dorong Ekonomi Daerah, Bekraf Bangun Desa Kreatif
A A A
JAKARTA - Menanggapi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian nasional, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) menggagas program pengembangan atau pembentukan ekosistem Desa Kreatif. Hal ini dilakukan untuk mendorong perekonomian masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

Deputi Bidang Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari menjelaskan, pembentukan ekosistem desa kreatif dimaksudkan untuk mengenali potensi desa dengan berusaha mengetahui dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang paling potensial di desa tersebut. Selanjutnya, potensi desa tersebut ada di rantai nilai yang mana dari ke lima rantai nilai, yakni kreatif, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi.

“Bermula dari pemahaman akan potensi yang ada di desa khususnya dari 16 subsektor ekonomi kreatif tersebut kita akan angkat guna dapat mengembangkan ekonomi daerah. Ekosistem yang ini juga ditujukan agar susbsektor yang dikembangkan ada multiplier effect sehingga mampu melahirkan banyak usaha rintisan dan startup dibidang ekonomi kreatif,” ujar Hari, dalam keterangan persnya yang dilansir Sindonews, Kamis (29/9/2016).

Dia menerangkan, program fasilitasi pembentukan ekosistem desa kreatif memiliki tujuan utama, seperti peningkatan PDRB, pembukaan lapangan tenaga kerja, serta pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Sebagai pilot project dalam pelaksanaan program fasilitasi desa kreatif ini, Bekraf menunjuk desa dari tiga daerah, yakni enam desa di Maumere, dua desa di Batang, dan dua desa di Lombok Tengah. Program di ketiga daerah tersebut telah berjalan dengan baik sebagai langkah awal dalam pemetaan potensi yang kemudian dilakukan worksop secara bertahap.

Adapun pelaksanaan program fasilitasi pembentukan ekosistem desa kreatif di Maumere dilaksanakan selama 3 bulan, yakni Juli 2016 sampai dengan September 2016 yang difokuskan pada pengembangan Tenun Ikat Sikka.

Untuk daerah Batang yakni fokus pada Batik dan telah dilaksanakan sejak Agustus 2016 dan akan ditutup pada Oktober nanti. Kemudian untuk daerah Lombok difokuskan pada pengembangan Tenun Songket dan sudah dimulai sejak September dan akan ditutup pada November 2016. Hasil karya dari para peserta daerah ini rencananya juga akan dipamerkan di Jakarta.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Ekraf Diminta...
Pelaku Ekraf Diminta Proaktif Tingkatkan Daya Saing
Bekraf Dipisahkan atau...
Bekraf Dipisahkan atau Dihidupkan Kembali, Begini Saran Pengamat
Tegaskan Komitmen Atas...
Tegaskan Komitmen Atas Ekonomi Kreatif, Ganjar Janji Hidupkan Kembali Bekraf Jika Terpilih
Industri Kuliner Berkembang...
Industri Kuliner Berkembang Pesat di Indonesia
AMANAH Youth Creative...
AMANAH Youth Creative Hub, Tonggak Baru Pengembangan Ekonomi Kreatif Aceh
Ciptakan Desa Tematik...
Ciptakan Desa Tematik Kreatif, Komite EKRAF Majalengka Segera Susun 'Tools'
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
31 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved