Pertumbuhan Uang Beredar Agustus Melambat

Sabtu, 01 Oktober 2016 - 01:04 WIB
Pertumbuhan Uang Beredar...
Pertumbuhan Uang Beredar Agustus Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan likuiditas uang beredar dalam arti luas (M2) melambat pada Agustus 2016. Pertumbuhan M2 pada Agustus 2016 sebesar 7,7% (yoy) lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,2% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengatakan berdasarkan komponennya, perlambatan pertumbuhan M2 terutama bersumber dari komponen uang beredar sempit (M1) dan uang kuasai.

Posisi M1 pada akhir Agustus 2016 tercatat sebesar Rp1.135,5 triliun atau 10,6% (yoy) lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,9% (yoy).

"Perlambatan pertumbuhan M1 itu terjadi pada komponen giro sejalan dengan melambatnya kebutuhan transaksi," ujar Tirta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Selain itu, uang kuasi tumbuh melambat dari 7,5% (yoy) pada Juli 2016 menjadi 6,9% (yoy) pada Agustus 2016.

Adapun, surat berharga selain saham turun 9,9% (yoy) pada Agustus 2016, membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang turun 22,8% (yoy). Tirta menuturkan, sejalan dengan perlambatan pertumbuhan uang kuasi, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh melambat dari 6,8% (yoy) pada Juli 2016 menjadi 6,7% (yoy).

"Hal ini terutama berasal dari simpanan berdenominasi valas yang turun lebih dalam dari 10,6% (yoy) pada Juli 2016 menjadi 12,7% (yoy) pada Agustus 2016," katanya. Menurut dia, penurunan DPK valas tersebut mencerminkan melambatnya kebutuhan valas sektor riil.

Sementara itu, pertumbuhan simpanan masyarakat berdenominasi rupiah mengalami peningkatan. Tercatat pada Agustus 2016, simpanan rupiah masyarakat yang ada di perbankan mencapai Rp3.858,4 triliun atau naik 10,8% (yoy) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,4% (yoy).

Sebelumnya BI juga melaporkan, uang beredar melambat pada Juli 2016. Pertumbuhan M2 pada Juli 2016 tercatat sebesar 8,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 8,7% (yoy). Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut dipengaruhi oleh komponen uamg beredar sempit (M1) dan surat berharga selain saham, yang masing-masing tumbuh 10,9% (yoy) dan -22,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 13,9% (yoy) dan 1,1% (yoy).

Menurut Tirta, perlambatan M1 didorong oleh kembalinya uang kartal ke sistem perbankan pasca hari raya Idul Fitri, sementara penurunan surat berharga selain saham terutama terjadi pada surat berharga yang dipegang oleh sektor korporasi. "Di sisi lain, komponen uang kuasi tumbuh 7,4% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,1% (yoy)," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
24 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved