Bank Dunia Ramal Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Stabil

Rabu, 05 Oktober 2016 - 13:15 WIB
Bank Dunia Ramal Ekonomi...
Bank Dunia Ramal Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Stabil
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) memprediksi, pertumbuhan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik masih akan tetap bertahan untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Namun, kawasan ini masih menghadapi berbagai risiko besar untuk tumbuh, dan perlu mengambil berbagai langkah mengurangi kerentanan finansial dan fiskal.

Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa mengatakan, dalam laporan terbarunya secara keseluruhan negara berkembang di Asia Timur diperkirakan tumbuh 5,8% tahun ini, dan 5,7% di tahun 2017 dan 2018.

"Proyeksi untuk kawasan berkembang Asia Timur dan Pasifik tetap positif, melemahnya pertumbuhan global dan permintaan eksternal bisa diimbangi oleh konsumsi domestik dan investasi yang kuat," katanya di Kantor Bank Dunia, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Menurutnya, tantangan jangka panjang di Asia Timur dan Pasifik adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kawasan ini perlu mengatasi rintangan terhadap pertumbuhan inklusif yang berkesinambungan, dengan memenuhi kesenjangan infrastruktur, mengurangi malnutrisi, dan memperkuat inklusi keuangan.

"Tantangan jangka panjang adalah meneruskan pertumbuhan dan membuatnya menjadi inklusif, dengan mengurangi kesenjangan penghasilan dan akses layanan umum, terutama di China, memperbaiki infrastruktur seluruh kawasan, mengurangi malnutrisi anak, dan mempertajam potensi teknologi untuk menumbuhkan inklusi finansial," imbuh dia.

Dalam laporannya tersebut, Bank Dunia memperkirakan permintaan domestik akan tetap menguat di hampir seluruh kawasan. "Harga komoditas yang terus menurun akan menguntungkan importir komoditas dan menjaga inflasi tetap rendah di hampir semua kawasan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
Pernyataan Bank Dunia...
Pernyataan Bank Dunia Mengenai Undang-Undang Cipta Kerja
Bertemu Jokowi, Pimpinan...
Bertemu Jokowi, Pimpinan Bank Dunia Kompak Pakai Batik
Mengenal New Development...
Mengenal New Development Bank, Saingan Bank Dunia Milik BRICS
Titel Negara Berpendapatan...
Titel Negara Berpendapatan Menengah Atas Jadi Tantangan RI
RI Kantongi Utang Rp24,6...
RI Kantongi Utang Rp24,6 T dari Bank Dunia, Pengamat: Alternatif Ideal
Berita Terkini
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
2 jam yang lalu
IHSG Awal Juni Diprediksi...
IHSG Awal Juni Diprediksi Rawan Koreksi, Investor Cermati Data Inflasi hingga Aturan DHE SDA
4 jam yang lalu
Menuju Debat Ketiga,...
Menuju Debat Ketiga, Hashtag SjafrieSAfiekalla Menggema di X
5 jam yang lalu
Paxel Sediakan Lounge...
Paxel Sediakan Lounge Logistik untuk Jastip di PRJ 2026
7 jam yang lalu
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
7 jam yang lalu
Kondisi Fiskal dan Moneter...
Kondisi Fiskal dan Moneter RI Disentil PDIP: Utang Harus Dibayar dengan Utang
9 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved