Emas Dunia Naik, Harga Emas Antam Tetap Anteng

Kamis, 06 Oktober 2016 - 09:33 WIB
Emas Dunia Naik, Harga...
Emas Dunia Naik, Harga Emas Antam Tetap Anteng
A A A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini tercatat stagnan setelah kemarin melemah tipis. Stabilnya harga emas Antam tersebut di tengah naiknya harga emas dunia.

Dilansir dari situs Logammulia.com, Kamis (6/10/2016) harga jual emas di Gedung Antam stabil dari posisi kemarin di level Rp609.000/gram dan harga buyback emas Antam juga stabil di level Rp529.000/gram.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.178.000 dengan harga per gram Rp589.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.749.000 dengan harga per gram Rp583.000. Harga emas 4 gram senilai Rp2.320.000 dengan harga per gram Rp580.000.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.900.000 dengan harga per gram Rp580.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.725.000 dengan harga per gram Rp572.500. Harga emas 25 gram Rp14.175.000 dengan harga per gram Rp567.000.

Harga emas 50 gram sebesar Rp28.200.000, dengan harga per gram Rp564.000. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp56.225.000, dengan harga per gram Rp562.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp140.175.000, dengan harga per gram Rp560.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp279.975.000 dengan harga per gram Rp559.950.

Posisi stabil juga terjadi pada harga emas di Pulogadung di level Rp599.000/gram dari sebelumnya dan harga emas di Sarinah juga tidak bergerak di posisi Rp609.000/gram.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga emas dunia naik karena banyak diburu setelah sesi sebelumnya berada di level terendah dalam tiga bulan, menjelang laporan data nonfarm payrolls besok.

Harga emas di pasar spot naik 0,2% ke level USD1.268,60 per ons pada pukul 00.58 GMT. Harga bullion menyentuh level terendah USD1.261,59 di sesi sebelumnya, atau terendah sejak 24 Juni.

Sementara, harga emas AS naik 0,2% menjadi USD1.270,90 per ons. Aktivitas sektor jasa AS pada Setember rebound ke level tertinggi dalam 11 bulan. Ini sebuah tanda yang menggembirakan bagi pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan prospek suku bunga Federal Reserve tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
42 menit yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
10 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
11 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
11 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
12 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved