Raja Yogyakarta Puji Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti
Senin, 10 Oktober 2016 - 19:16 WIB
Raja Yogyakarta Puji Kinerja Menteri Susi Pudjiastuti
A
A
A
YOGYAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki gebrakan dalam menangani masalah illegal fishing di perairan laut Indonesia. Salah satunya dengan tindakan tegas dengan cara menengelamkan kapal-kapal asing yang terbukti mencuri ikan.
Kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ini mendapat apresiasi banyak kalangan, tak terkecuali dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Raja Kraton Yogyakarta ini menilai tindakan itu sangat baik dalam melindungi laut Indonesia.
"Indonesia cekatan dalam penanggulangan kejahatan ikan oleh Menteri Susi Pudjiastuti," sanjung Sri Sultan HB X yang juga Gubernur DIY saat memberi sambutan dalam simposium yang membahas kejahatan perikanan di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, Senin (10/10/2016).
Sultan mengatakan, jika kejahatan perikanan diperangi dan pembangunan infrastruktur kelautan ditingkatkan, maka keselamatan dan keamanan laut akan meningkat. Sehingga, tidak akan terjadi lagi penyanderaan kapal-kapal oleh perompak di teritorial Indonesia, dan negara-negara sahabat.
"Simposium ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan Indonesia, dalam kontek tercapainya kesepahaman antar negara dalam menangulangi kejahatan perikanan internasional," ujarnya.
Susi sendiri tersanjung dengan pujian yang dialamatkan kepadanya. Namun, dia justru memuji keberanian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memberi restu untuk menata laut Indonesia.
"Tanpa pemberian kepercayaan penuh dari Bapak Presiden, tidaklah mungkin saya laksanakan pekerjaan yang luar biasa besar, yang sangat luar biasa beban dan tantangannya," kata dia.
Sudah sepatutnya, kata Susi, pihaknya mendapat dukungan oleh segenap struktur dan unsur bangsa, baik dari pemerintahan dan masyarakat secara keseluruhan dalam menata kelautan Indonesia.
"Saya yakin jika masyarakat Indonesia mengelola laut dengan benar, menjaga kedaulatan laut, kita bisa mendapatkan sebesar-besarnya manfaat dari laut," kata dia.
Simposium ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Sebanyak 45 negara dari lima benua, mulai dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia hadir dalam kesempatan ini selama dua hari hingga Selasa (11/10/2016).
Simposium itu membahas banyak hal dan berbagai pengalaman tentang kejahatan perikanan dan penangulangannya. Hotel Hyatt Yogyakarta menjadi tempat digelarnya simposium yang digelar kali kedua setelah tahun lalu di Cape Town, Afrika Selatan.
Kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ini mendapat apresiasi banyak kalangan, tak terkecuali dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Raja Kraton Yogyakarta ini menilai tindakan itu sangat baik dalam melindungi laut Indonesia.
"Indonesia cekatan dalam penanggulangan kejahatan ikan oleh Menteri Susi Pudjiastuti," sanjung Sri Sultan HB X yang juga Gubernur DIY saat memberi sambutan dalam simposium yang membahas kejahatan perikanan di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, Senin (10/10/2016).
Sultan mengatakan, jika kejahatan perikanan diperangi dan pembangunan infrastruktur kelautan ditingkatkan, maka keselamatan dan keamanan laut akan meningkat. Sehingga, tidak akan terjadi lagi penyanderaan kapal-kapal oleh perompak di teritorial Indonesia, dan negara-negara sahabat.
"Simposium ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan Indonesia, dalam kontek tercapainya kesepahaman antar negara dalam menangulangi kejahatan perikanan internasional," ujarnya.
Susi sendiri tersanjung dengan pujian yang dialamatkan kepadanya. Namun, dia justru memuji keberanian Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memberi restu untuk menata laut Indonesia.
"Tanpa pemberian kepercayaan penuh dari Bapak Presiden, tidaklah mungkin saya laksanakan pekerjaan yang luar biasa besar, yang sangat luar biasa beban dan tantangannya," kata dia.
Sudah sepatutnya, kata Susi, pihaknya mendapat dukungan oleh segenap struktur dan unsur bangsa, baik dari pemerintahan dan masyarakat secara keseluruhan dalam menata kelautan Indonesia.
"Saya yakin jika masyarakat Indonesia mengelola laut dengan benar, menjaga kedaulatan laut, kita bisa mendapatkan sebesar-besarnya manfaat dari laut," kata dia.
Simposium ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Sebanyak 45 negara dari lima benua, mulai dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia hadir dalam kesempatan ini selama dua hari hingga Selasa (11/10/2016).
Simposium itu membahas banyak hal dan berbagai pengalaman tentang kejahatan perikanan dan penangulangannya. Hotel Hyatt Yogyakarta menjadi tempat digelarnya simposium yang digelar kali kedua setelah tahun lalu di Cape Town, Afrika Selatan.
(izz)
Lihat Juga :