Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Pertemuan OPEC
Selasa, 11 Oktober 2016 - 09:50 WIB
Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Pertemuan OPEC
A
A
A
ISTANBUL - Harga minyak turun tipis pada Selasa (11/10/2016) pagi di tengah harapan untuk mendongkrak si emas hitam. Dilansir dari Reuters, para produsen OPEC dan anggota non-OPEC tengah melakukan pertemuan di Istanbul, Turki, untuk membatasi produksi demi menyelamatkan harga minyak yang tahun ini terus melemah.
Meski demikian, para pedagang mengatakan prospek harga minyak tetap bullish karena kepercayaan di pasar minyak mentah terus meningkat.
Sebelumnya pada Senin malam, harga minyak melonjak 3%, dimana Brent mencapai harga tertinggi dalam setahun belakangan. Kenaikan tersebut akibat sikap Rusia yang mengatakan siap bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam mengendalikan produksi minyak mentah.
Minyak berjangka Internasional Brent turun 10 sen ke USD53,04 per barel pada 00:36 GMT, dimana sebelumnya menyentuh level USD53,73 per barel.
Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate juga tergelincir 11 sen ke posisi USD51,24 per barel dari penutupan terakhir mereka, dimana pada Senin berada di posisi USD51,60 per barel.
"Meski harga hari ini turun tapi ada optimisme kembali terjadi kenaikan, disebabkan kesepakatan masa depan antara OPEC dan produsen utama untuk membatasi produksi," tulis ANZ Bank, Selasa (11/10/2016).
Analis dari Commerzbank, bank Jerman, Carsten Fritsch mengatakan bahwa OPEC pasti memainkan peran melalui pemotongan produksi demi menghidupkan harapan menaikkan harga minyak. Meski demikian, Fritsch mengingatkan agar tetap berhati-hati, pasalnya persaingan antara anggota OPEC demi meningkatkan pangsa pasar global, bisa mencegah bulatnya kesepakatan.
"Masih ada keraguan signifikan apakah mereka (target pengurangan produksi) akan benar-benar dipenuhi," ujarnya.
Meski demikian, para pedagang mengatakan prospek harga minyak tetap bullish karena kepercayaan di pasar minyak mentah terus meningkat.
Sebelumnya pada Senin malam, harga minyak melonjak 3%, dimana Brent mencapai harga tertinggi dalam setahun belakangan. Kenaikan tersebut akibat sikap Rusia yang mengatakan siap bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam mengendalikan produksi minyak mentah.
Minyak berjangka Internasional Brent turun 10 sen ke USD53,04 per barel pada 00:36 GMT, dimana sebelumnya menyentuh level USD53,73 per barel.
Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate juga tergelincir 11 sen ke posisi USD51,24 per barel dari penutupan terakhir mereka, dimana pada Senin berada di posisi USD51,60 per barel.
"Meski harga hari ini turun tapi ada optimisme kembali terjadi kenaikan, disebabkan kesepakatan masa depan antara OPEC dan produsen utama untuk membatasi produksi," tulis ANZ Bank, Selasa (11/10/2016).
Analis dari Commerzbank, bank Jerman, Carsten Fritsch mengatakan bahwa OPEC pasti memainkan peran melalui pemotongan produksi demi menghidupkan harapan menaikkan harga minyak. Meski demikian, Fritsch mengingatkan agar tetap berhati-hati, pasalnya persaingan antara anggota OPEC demi meningkatkan pangsa pasar global, bisa mencegah bulatnya kesepakatan.
"Masih ada keraguan signifikan apakah mereka (target pengurangan produksi) akan benar-benar dipenuhi," ujarnya.
(ven)
Lihat Juga :