Promosi Tenaga Nuklir ke RI, Rusia Kalahkan Korea dan Jepang

Selasa, 11 Oktober 2016 - 12:36 WIB
Promosi Tenaga Nuklir...
Promosi Tenaga Nuklir ke RI, Rusia Kalahkan Korea dan Jepang
A A A
JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengemukakan, Rusia menjadi negara paling agresif dalam promosi penggunaan tenaga nuklir ke Indonesia. Mereka mengalahkan Korea, Jepang, dan Prancis yang menawarkan hal serupa.

Kepala Batan Djarot S Wisnubroto mengatakan, Rusia memiliki pengalaman tinggi dalam menggunakan tenaga nuklir sebagai pembangkit listrik maupun lainnya. Sehingga, wajar apabila Rusia gencar menawarkan produk andalannya ke negara lain.

"Kalau teknologi (nuklir), kita adopsi mau dari negara mana, keputusannya teknis dan nonteknis. Rusia negara paling agresif bangun di negara lain, mampu kalahkan Jepang, Korea, Prancis yang datang ke Indonesia untuk promosi," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Djarot menjelaskan, kerja sama dengan Rusia saat ini baru sebatas pembangunan sumber daya manusia dalam mengembangkan energi nuklir. Batan terlebih dahulu mendorong untuk memberikan pengetahuan terkait teknologi tersebut.

"Kalau teknologi belum, artinya Rosatom (perusahaan nuklir Rusia) dan Batan atau Rusia dan Indonesia lebih ke arah kapasitas membangun sumber daya manusia. Kita beri pengetahuan, pengalaman," katanya.

Rusia, lanjut Djarot, juga sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Ini berbeda dengan Indonesia yang masih belum mengarah ke pembangunan PLTN.

"Rusia punya PLTN, kita belum ke arah PLTN. Tiap tahun kita kirim 20-30 orang tak hanya dari Batan tapi juga badan pengawas nuklir, dari universitas termasuk wartawan beberapa kunjungi Rusia," tutur Djarot.

Dia menambahkan, pemerintah sudah mengembangkan studi nuklir melalui perguruan tinggi negeri. Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia yang ahli di bidang nuklir.

"Persiapan, kalau bicara sumber daya manusia, kita punya perguruan tinggi bergerak di ilmu nuklir seperti UGM, ITB, UI. Mereka otpmatis support sumber daya manusia," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Kuasai Pembangkit...
Rusia Kuasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl
Pembangkit Listrik Tenaga...
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di RI Bakal Dibangun Perusahaan AS, Sudah Sejauh Mana?
Tutup 3 Pembangkit Listrik...
Tutup 3 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Jerman Beralih ke Tenaga Matahari
Cadangan Thorium Capai...
Cadangan Thorium Capai 130.000 Ton, Indonesia Didorong Kembangkan PLTN
Pengusaha Buka Jalan...
Pengusaha Buka Jalan Indonesia Investasi ke Pembangkit Nuklir
60 Tahun Berpengalaman...
60 Tahun Berpengalaman Operasikan Pembangkit Nuklir, Negara Ini Tawarkan ke Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
19 menit yang lalu
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
1 jam yang lalu
Dari Medan hingga Jakarta,...
Dari Medan hingga Jakarta, Keseruan Nobar Piala Dunia 2026 Bersama BRI Satukan Kita!
2 jam yang lalu
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
3 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
4 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
5 Senjata Nuklir Rusia...
5 Senjata Nuklir Rusia dan Korea Utara yang Paling Ditakuti
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved