Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di RI Bakal Dibangun Perusahaan AS, Sudah Sejauh Mana?
Senin, 23 Oktober 2023 - 23:07 WIB
loading...
Perusahaan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) asal AS yakni PT ThorCon Power Indonesia menyatakan, tengah bersiap membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) asal Amerika Serikat (AS) yakni PT ThorCon Power Indonesia menyatakan, tengah bersiap membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia. Chief Operating Officer ThorCon, Bob S. Effendi mengungkapkan, pihaknya masih dalam persiapan untuk pengusulan kepada pemerintah untuk membangun PLTN yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2030 mendatang.
Baca Juga: Jokowi Restui Pembentukan Majelis Tenaga Nuklir, Ini Tugasnya
Seperti diketahui, Dewan Energi Nasional, Bapenas dan ESDM telah memutuskan memasukkan PLTN bagian dari bauran energi menuju NZE 2060. Termasuk PLTN juga sudah masuk dalam draft RUU RPJPN 2025 - 2045 dimana di targetkan PLTN pertama beroperasi antara 2030 - 2035.
"Dimana tahun depan di targetkan Tim Nasional Percepatan Pembangunan PLTN sudah di bentuk Presiden dan saat itu kami berharap dapat masuk sebagai PLTN pertama mengingat PT Thorcon Power Indonesia adalah yang paling kongkrit dan siap membangun PLTN," jelasnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (23/10/2023).
Baca Juga: Elon Musk Sebut Jerman Buat Kesalahan Berbahaya Usai Tutup 3 Pembangkit Tenaga Nuklir
Bob pun kemudian membeberkan alasan pihaknya menjadi yang paling kongkrit dan siap membangun PLTN di Indonesia. "Pertama, membangun tanpa APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Kedua, sudah memiliki badan hukum nasional," katanya.
Ketiga, lanjut Bob, sudah memiliki tapak lokasi yang sudah disurvey dan hasilnya diberikan kepada Bapeten dan pemerintah provinsi serta daerah. "Keempat, sudah melakukan konsultasi persiapan perijinan dengan BAPETEN. Kelima, sudah memberikan jadwal serta masterplan pembangunan ke BAPETEN," tukasnya.
Baca Juga: Jokowi Restui Pembentukan Majelis Tenaga Nuklir, Ini Tugasnya
Seperti diketahui, Dewan Energi Nasional, Bapenas dan ESDM telah memutuskan memasukkan PLTN bagian dari bauran energi menuju NZE 2060. Termasuk PLTN juga sudah masuk dalam draft RUU RPJPN 2025 - 2045 dimana di targetkan PLTN pertama beroperasi antara 2030 - 2035.
"Dimana tahun depan di targetkan Tim Nasional Percepatan Pembangunan PLTN sudah di bentuk Presiden dan saat itu kami berharap dapat masuk sebagai PLTN pertama mengingat PT Thorcon Power Indonesia adalah yang paling kongkrit dan siap membangun PLTN," jelasnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (23/10/2023).
Baca Juga: Elon Musk Sebut Jerman Buat Kesalahan Berbahaya Usai Tutup 3 Pembangkit Tenaga Nuklir
Bob pun kemudian membeberkan alasan pihaknya menjadi yang paling kongkrit dan siap membangun PLTN di Indonesia. "Pertama, membangun tanpa APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Kedua, sudah memiliki badan hukum nasional," katanya.
Ketiga, lanjut Bob, sudah memiliki tapak lokasi yang sudah disurvey dan hasilnya diberikan kepada Bapeten dan pemerintah provinsi serta daerah. "Keempat, sudah melakukan konsultasi persiapan perijinan dengan BAPETEN. Kelima, sudah memberikan jadwal serta masterplan pembangunan ke BAPETEN," tukasnya.
Lihat Juga :