Risiko Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Selasa, 11 Oktober 2016 - 13:24 WIB
Risiko Bangun Pembangkit...
Risiko Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia
A A A
JAKARTA - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mengungkapkan, ada beberapa risiko dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Risiko utama yang harus diperhatikan pemerintah, yakni rawan terjadi gempa bumi.

(Baca: Promosi Tenaga Nuklir ke RI, Rusia Kalahkan Korea dan Jepang)

Kepala Batan Djarot S Wisnubroto mengatakan, di Indonesia terdapat beberapa wilayah rawan gempa bumi seperti di Pulau Jawa bagian selatan, Sumatera Barat, dan Aceh. Namun, frekuensi lebih rendah bisa ditemukan di Kalimantan, Bangka, dan Batam.

"Ada daerah-daerah yang rawan gempa seperti di Jawa bagian selatan, Sumatera Barat, dan Aceh. Ada juga yang frekuensi gempanya rendah seperti di Kalimantan, Bangka, dan Batam meski tidak bersih dari gempa sama sekali," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Djarot menjelaskan, ada risiko selain gempa bumi yang dapat menghantui pembangunan PLTN di Tanah Air. Belajar dari kasus di Jepang, pemilihan teknologi nuklir yang akan digunakan juga cukup krusial.

"Kita belajar dari Fukushima (Jepang). Harus kita perhatikan, pilih teknologi yang mampu menghadapi tsunami dan gempa. Pilih teknologi paling mutakhir," katanya.

Kemudian, lanjut dia, yang tak kalah penting yakni adanya keterbukaan dan sosialisasi kepada masyarakat jika ingin menggunakan tenaga nuklir. Khusus sosialisasi, perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap teknologi ini termasuk adanya peluang masuk dalam keadaan darurat.

"Keterbukaan pada publik, selama didukung masyarakat dan Pemda setempat, kita lebih mudah mensosialisasikan termasuk kemungkinan terjadi keadaan darurat. Sehingga, perlu mobilisasi tapi pemerintah belum ada keputusan untuk membangun PLTN," pungkas Djarot.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rusia Kuasai Pembangkit...
Rusia Kuasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl
Pembangkit Listrik Tenaga...
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di RI Bakal Dibangun Perusahaan AS, Sudah Sejauh Mana?
Tutup 3 Pembangkit Listrik...
Tutup 3 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Jerman Beralih ke Tenaga Matahari
Cadangan Thorium Capai...
Cadangan Thorium Capai 130.000 Ton, Indonesia Didorong Kembangkan PLTN
Pengusaha Buka Jalan...
Pengusaha Buka Jalan Indonesia Investasi ke Pembangkit Nuklir
60 Tahun Berpengalaman...
60 Tahun Berpengalaman Operasikan Pembangkit Nuklir, Negara Ini Tawarkan ke Indonesia
Berita Terkini
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
1 jam yang lalu
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
7 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
10 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
10 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
11 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
12 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved