BNI Cetak Kenaikan Laba Bersih 28,7%
Kamis, 13 Oktober 2016 - 16:49 WIB
BNI Cetak Kenaikan Laba Bersih 28,7%
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,72 triliun pada kuartal III/2016 atau tumbuh 28,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Kenaikan ini ditopang antara lain oleh kinerja penyaluran kredit BNI yang tumbuh secara stabil sejak kuartal l/2016.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, naiknya penyaluran kredit mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 15,0%. Laba BNI juga tumbuh berkat pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang meningkat 20,0%.
"Pertumbuhan laba yang cukup kuat sebesar 28,7% tersebut terbentuk di tengah kondisi perekonomian yang menantang. Di mana perekonomian pada tahun 2016 diprediksi hanya tumbuh 5,1% dan di saat pertumbuhan laba bersih industri perbankan hanya mampu mencapai 9,8%," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/10/2016).
Laba bersih BNI tersebut, menurutnya juga ditopang pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 15,0% dari Rp19,02 triliun menjadi Rp21,87 triliun pada kuartal III/2016. Hal tersebut, menurutnya menunjukkan peningkatan kualitas kredit BNI dengan tetap menjaga net interest margin (NIM) di level 6,2%.
Selain itu lanjut dia, peningkatan laba bersih turut dipengaruhi dari pendapatan non-bunga yang naik 20,0% menjadi Rp6,24 triliun. Ini didukung oleh tiga hal yakni kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, dan bancassurance.
"Laba juga ditopang oleh pendapatan non-bunga kuartal lll/2016 yang naik 20,0% dari Rp5,19 triliun menjadi Rp6,24 triliun. Didukung oleh kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, dan bancassurance," pungkasnya.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, naiknya penyaluran kredit mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 15,0%. Laba BNI juga tumbuh berkat pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang meningkat 20,0%.
"Pertumbuhan laba yang cukup kuat sebesar 28,7% tersebut terbentuk di tengah kondisi perekonomian yang menantang. Di mana perekonomian pada tahun 2016 diprediksi hanya tumbuh 5,1% dan di saat pertumbuhan laba bersih industri perbankan hanya mampu mencapai 9,8%," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/10/2016).
Laba bersih BNI tersebut, menurutnya juga ditopang pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 15,0% dari Rp19,02 triliun menjadi Rp21,87 triliun pada kuartal III/2016. Hal tersebut, menurutnya menunjukkan peningkatan kualitas kredit BNI dengan tetap menjaga net interest margin (NIM) di level 6,2%.
Selain itu lanjut dia, peningkatan laba bersih turut dipengaruhi dari pendapatan non-bunga yang naik 20,0% menjadi Rp6,24 triliun. Ini didukung oleh tiga hal yakni kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, dan bancassurance.
"Laba juga ditopang oleh pendapatan non-bunga kuartal lll/2016 yang naik 20,0% dari Rp5,19 triliun menjadi Rp6,24 triliun. Didukung oleh kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, dan bancassurance," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :