Ekonomi China Diramal Terus Melambat

Senin, 17 Oktober 2016 - 12:13 WIB
Ekonomi China Diramal...
Ekonomi China Diramal Terus Melambat
A A A
BEIJING - Jajak pendapat Reuters mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi China tahun ini diperkirakan melambat di level 6,6% dan terus melambat hingga tahun depan menjadi 6,5%. Pemerintah negara tersebut juga terus melakukan berbagai kebijakan untuk membantu dalam menangkal perlambatan yang lebih tajam.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (17/10/2016), ekonomi negara terbesar kedua di dunia ini menghadapi tekanan karena permintaan global melemah yang membuat penurunan ekspor, serta risiko dari reformasi untuk memotong kelebihan kapasitas industri dan tumpukan utang yang beberapa analis khawatir bisa memicu krisis keuangan.

Risiko koreksi di sektor properti juga bisa menimbulkan ancaman karena pemerintah lebih terburu-buru untuk membatasi pembelian rumah untuk mendinginkan lonjakan harga rumah dan menangkal kelebihan perumahan.

Sementara, kekhawatiran penurunan tampaknya telah mereda, data terakhir juga menyoroti ketidakseimbangan dalam perekonomian China, dengan pertumbuhan semakin bergantung pada belanja pemerintah akibat investasi swasta jatuh ke rekor terendah.

"Risiko penurunan pertumbuhan tetap lebih besar, meskipun dapat diwujudkan dalam sektor properti lebih lemah dari perkiraan atau permintaan eksternal," kata ekonom di HSBC dalam sebuah catatan.

"Selain itu, perlambatan investasi sektor swasta selama beberapa tahun terakhir sebagai momentum pertumbuhan organik ekonomi mungkin telah menurun, membutuhkan kebijakan untuk lebih waspada dalam hal menjaga kebijakan yang mendukung," imbuhnya.

Bulan lalu, Organisasi Perdagangan Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan perdagangan global tahun ini dengan lebih dari sepertiga menjadi 1,7%. Hal ini mencerminkan perlambatan di China dan jatuhnya impor ke Amerika Serikat.

Namun, perkiraan median dalam survei Reuters dari 59 ekonom sedikit lebih baik dari sebuah jajak pendapat pada Juli, ketika ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 6,5% dan 6,3% untuk 2017.

Dalam jajak pendapat terbaru, perkiraan pertumbuhan tertinggi untuk 2016 sebesar 6,8% dan terendah 6,3%. Jajak pendapat juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi China bisa melambat menjadi 6,6% pada kuartal keempat 2016, dari yang diharapkan 6,7% pada kuartal ketiga.

Perdana Menteri Li Keqiang pekan lalu mengatakan, perekonomian China dilakukan lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal ketiga karena produksi pabrik rebound dan meingkatnya investasi serta keuntungan perusahaan.

Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan 6,5%-7% untuk tahun ini. Ekonomi tumbuh 6,9% pada 2015, laju paling lambat dalam seperempat abad. Tetapi banyak pengamat China menduga pertumbuhan riil sudah lemah dari data resmi yang ditunjukkan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved