Ini Modal Jonan Terima Tawaran Jokowi Jadi Menteri ESDM
Senin, 17 Oktober 2016 - 14:47 WIB
Ini Modal Jonan Terima Tawaran Jokowi Jadi Menteri ESDM
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengakui tidak memiliki kompetensi mengenai sektor energi dan sumber daya mineral. Modal satu-satunya yang dimiliki untuk menerima pinangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri ESDM adalah latar belakangnya yang pernah menjabat sebagai menteri.
(Baca: Bentengi Jonan-Arcandra, Luhut Kirim Pesan Khusus ke DPR)
Jonan sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan (Menhub) di kabinet Jokowi-JK. Namun, dia menjadi salah satu yang tersingkir saat Jokowi melakukan perombakan (reshuffle) kabinet untuk kedua kalinya.
"Saya ditanya mungkin, takutnya ditanya bapak ini kompetensinya apa, kok memimpin kami. Sebelum ditanya saya jawab, saya modalnya cuma satu saat ini, saya mantan menteri," katanya saat serah terima jabatan di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/10/2016).
Mantan Bos PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini menuturkan, pengetahuannya soal energi hanya sebatas pengetahuan seorang konsumen semata, seperti konsumsi listrik ataupun bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, Jonan juga sedikit memahami mengenai cost recovery berbekal pengalamannya yang pernah menjadi bankir.
"Karena ini bidang yang tidak saya kenal secara detail, kalau secara sebagai konsumen itu pasti, menggunakan listrik, BBM dan sebagainya. Ya ngerti ngerti sedikitlah, cost recovery itu sewaktu saya sebagai bankers," imbuh dia.
Terlepas dari hal tersebut, dia mengungkapkan bahwa Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan adalah seseorang yang selama ini memberikan semangat kepadanya untuk terus membantu negara. Bahkan, semangat itu terus diberikan pascadirinya terkena reshuffle.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menko Maritim yang selalu memberikan semangat kepada saya. Karena beliau (Luhut) selalu bilang harus bantu negara lagi, harus bantu negara lagi, setelah saya selesai bertugas di Kementerian Perhubungan," tandasnya.
Baca Juga:
Halangi Gerak Duet Jonan-Arcandra, Luhut Ancam Bakal Buldoser
Sertijab, Luhut Optimistis ESDM Dipimpin Jonan-Arcandra
(Baca: Bentengi Jonan-Arcandra, Luhut Kirim Pesan Khusus ke DPR)
Jonan sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan (Menhub) di kabinet Jokowi-JK. Namun, dia menjadi salah satu yang tersingkir saat Jokowi melakukan perombakan (reshuffle) kabinet untuk kedua kalinya.
"Saya ditanya mungkin, takutnya ditanya bapak ini kompetensinya apa, kok memimpin kami. Sebelum ditanya saya jawab, saya modalnya cuma satu saat ini, saya mantan menteri," katanya saat serah terima jabatan di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (17/10/2016).
Mantan Bos PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini menuturkan, pengetahuannya soal energi hanya sebatas pengetahuan seorang konsumen semata, seperti konsumsi listrik ataupun bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, Jonan juga sedikit memahami mengenai cost recovery berbekal pengalamannya yang pernah menjadi bankir.
"Karena ini bidang yang tidak saya kenal secara detail, kalau secara sebagai konsumen itu pasti, menggunakan listrik, BBM dan sebagainya. Ya ngerti ngerti sedikitlah, cost recovery itu sewaktu saya sebagai bankers," imbuh dia.
Terlepas dari hal tersebut, dia mengungkapkan bahwa Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan adalah seseorang yang selama ini memberikan semangat kepadanya untuk terus membantu negara. Bahkan, semangat itu terus diberikan pascadirinya terkena reshuffle.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menko Maritim yang selalu memberikan semangat kepada saya. Karena beliau (Luhut) selalu bilang harus bantu negara lagi, harus bantu negara lagi, setelah saya selesai bertugas di Kementerian Perhubungan," tandasnya.
Baca Juga:
Halangi Gerak Duet Jonan-Arcandra, Luhut Ancam Bakal Buldoser
Sertijab, Luhut Optimistis ESDM Dipimpin Jonan-Arcandra
(izz)
Lihat Juga :