PLN Jamin Penuhi Kebutuhan Listrik Industri

Selasa, 18 Oktober 2016 - 00:12 WIB
PLN Jamin Penuhi Kebutuhan...
PLN Jamin Penuhi Kebutuhan Listrik Industri
A A A
SEMARANG - Permintaan listrik untuk kebutuhan industri di Jawa Tengah terus mengalami pertumbuhan, seiring dengan terus bertambah dan dibangunnya pabrik-pabrik baru di Jawa Tengah. Dengan semakin tingginya permintaan listrik untuk Industri, PT PLN Persero, terus meningkatkan infrastruktur dengan membangun pembangkit sebesar 8000 mega watt, di Jawa Tengah.

Direktur Bisnis PT PLN Regional Jawa Bagian Tengah Nasri Sebayang mengatakan, saat tahap pembangunan pembangkit 8000 MW sudah masuk tahap konstruksi. Akan dibangun pula jaringan transmisi 500 KV sistem utara Jawa mulai dari Tanjung Jati B di Jepara sampai Bekasi dengan panjang lebih dari 600 km.

“Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan Jawa-Bali, khususnya di Jawa Tengah,” katanya, di sela-sela sarasehan dalam rangka Hari Listrik Nasional ke 71 bertajuk 'Menggayung Sinergi guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah' di Semarang.

Dia menjelaskan, saat ini rasio elektrifikasi wilayah Jawa Tengah dan DIY mencapai 91,96% dengan rincian rasio elektrifikasi DIY 87,51% dan Jawa Tengah yang telah mencapai 92,5 %. PLN menurutnya terus berupaya agar rasio elektrifikasi bisa mencapai 100% pada 2019.

PLN sendiri berharap proyek listrik 35.000 MW yang saat ini dicanangkan pemerintah dapat didukung oleh seluruh pihak. “Ketersediaan listrik ini diharapkan dapat memacu produktifitas industri dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia menerangkan saat ini beberapa perusahaan besar seperti Semen Indonesia di Rembang, PT Asia Pasific Fibers di Kendal, PT Sinar Tambang Arthalestari di Ajibaran, dan PT Rayon Utama Makmur di Sukoharjo adalah perusahaan yang baru bekerja sama dengan PLN. “Beberapa perusahaan besar dalam waktu dekat juga akan kita pasang,” papar dia.

Sementara Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Heru Sudjatmoko memaparkan kondisi perekonomian di Jawa Tengah, dimana pertumbuhan ekonominya dapat mencapai 5,75% year on year. “Diharapkan pertumbuhan investasi di Jawa Tengah diikuti oleh PLN. Sudah pasti PLN bisa memenuhinya jika Jawa Tengah memerlukan kapasitas yang besar. Kalau PLN kesulitan lahan, kita carikan,” ujar Heru.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan launching unit pelaksana baru dari PLN Distribusi Jateng dan DIY yaitu PLN Area Demak. Selama ini, PLN Demak merupakan sub unit pelaksana atau rayon yang berada di bawah PLN Area Semarang. Dari 2011 hingga 2015, Rayon Demak mengalami pertumbuhan pelanggan mencapai 49,88% dengan penjualan mencapai 43,25%.

“Terhitung mulai hari ini, secara operasional, PLN Rayon Demak ditingkatkan status organisasinya menjadi PLN Area Demak yang meliputi empat rayon, yaitu Rayon Demak Kota, Rayon Purwodadi, Rayon Tegowanu dan Rayon Wirosari,” ujar General Manager PLN DJTY Dwi Kusnanto.

PLN Area Demak akan melayani sekitar 600.000 pelanggan yang tersebar di wilayah Kabupaten Grobogan dan Demak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
PLN Siap Jalankan Keputusan...
PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik
Citraland City Losari,...
Citraland City Losari, Kawasan Listrik Premium Pertama di Sulawesi
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
17 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
24 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
32 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
58 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved