Taksi Online Dituding Matikan 21.000 Taksi Konvensional

Rabu, 19 Oktober 2016 - 18:25 WIB
Taksi Online Dituding...
Taksi Online Dituding Matikan 21.000 Taksi Konvensional
A A A
JAKARTA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengungkapkan, separuh taksi konvensional di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang- Bekasi) sudah tidak lagi beroperasi saat ini. Pasalnya keberadaan taksi konvensional sudah tergerus dengan kehadiran taksi berbasis online.

Sekjen DPP Organda Ateng Aryono mengatakan, dulu jumlah taksi konvensional yang beroperasi di Jabodetabek sebanyak 42.000 armada. Sekarang industri tersebut sudah mulai lesu dan bahkan ada perusahaan taksi gulung tikar. "Industri ini habis, dari 42 ribu armada di Jabodetabek, sekarang yang beroperasi tinggal separuhnya. Beberapa perusahaan tutup," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

(Baca Juga: Taksi Online Didesak Tak Beroperasi Sebelum Kantongi Izin)

Lebih lanjut dia menerangkan perusahaan taksi online tidak bisa begitu saja mengklaim sudah menyediakan lapangan kerja. Padahal menurutnya di sisi lain, taksi online justru mematikan pihak yang selama ini sudah menjalankan aturan secara kompeten.

"Dalam kondisi seperti ini dilihat teman-teman berbasis platform datang dinilai ciptakan lapangan kerja. Mereka ciptakan lapangan kerja, tapi habisi yang lebih kompeten," katanya.

Dia menambahkan keberadaan taksi online, telah menganggu moda transportasi yang sudah ada sebelumnya. Bahkan Ateng mengungkapkan terkesan mau dihabisi dengan adanya perang tarif secara frontal.

"Ini mengganggu moda transportasi yang sebelumnya telah ada dalam hal ini taksi konvensional. Bahkan mau dihabisi, caranya tarif mereka diturunkan separuh pada tempo tertentu, ini menjadi predator untuk separuh harga taksi. Pada mau beli film bajakan atau original? Beli original saya setuju, tapi faktanya konterbajakan lebih banyak karena lebih disukai harga yang murah, sensitive price," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selamat, Jakarta Terpilih...
Selamat, Jakarta Terpilih sebagai Kota Transportasi Terbaik di Dunia
Kepala UPAS Beberkan...
Kepala UPAS Beberkan Manfaat Menggunakan Transportasi Publik Semenjak Dini
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Kendaraan Tanpa Pengemudi...
Kendaraan Tanpa Pengemudi Jadi Kebutuhan Transportasi Masa Depan
Pembangunan Perumahan...
Pembangunan Perumahan di RI Disebut Tak Sinkron dengan Layanan Transportasi
Seaplane: Solusi Mengatasi...
Seaplane: Solusi Mengatasi Keterbatasan Transportasi Darat dan Laut di Indonesia
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved