Demi BBM Satu Harga, Pertamina Rela Rugi Rp800 Miliar

Rabu, 19 Oktober 2016 - 21:30 WIB
Demi BBM Satu Harga,...
Demi BBM Satu Harga, Pertamina Rela Rugi Rp800 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa perseroan akan menanggung ongkos distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke Papua yang mencapai Rp800 miliar per tahun. Hal ini demi mewujudkan keputusan Presiden Joko Widodo yang menginginkan harga BBM satu harga untuk wilayah Papua dan sekitarnya.

Harga BBM di Papua dan sekitarnya diseragamkan dengan harga BBM non Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), yaitu Rp6.‎450 per liter untuk premium dan Rp5.150 per liter untuk harga solar.

"Kami kemarin sudah menyampaikan bahwa kami harus menyiapkan alokasi untuk wilayah Papua dan Papua Barat sekitar Rp800 miliar per tahun. Itu termasuk mendistribusikan melalui pesawat udara, moda darat, laut dan sungai," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Sebelum harga BBM di Papua diseragamkan oleh Presiden Jokowi, ungkap dia, BUMN migas ini juga‎ telah menanggung ongkos distribusi BBM untuk daerah pegunungan di Papua. Biasanya, pengiriman BBM dilakukan dengan pesawat udara.

"Selama ini kami yang nanggung ongkos angkutnya. Karena selama ini kami mendistribusikan juga ke pegunungan-pegunungan yang hanya bisa ditransfer lewat udara, seperti di Kabupaten Puncak Jaya, Slami Jaya, dan Wamena," sambung dia.

Mantan presenter berita ini menyebutkan, ongkos distribusi yang digelontorkan Pertamina untuk wilayah Puncak Jaya‎ mencapai Rp29.000 per liter. Sementara di daerah Papua lainnya berkisar antara Rp3.900 per liter hingga Rp8.000 per liter. (Baca: Jokowi Resmikan 1 Harga BBM dan 6 Infrastruktur Listrik di Papua)

"Jadi intinya masing-masing rata-rata ongkos angkutnya ke Puncak Jaya bisa Rp29.000 per liter, terus yang lain ada yang Rp3.900 per liter, ada yang Rp8.000 per liter. Selama ini semua Pertamina yang nanggung makanya kami bisa mendistribusikan sampai ke sana,"‎ imbuh dia.

Wianda menambahkan, perseroan telah melakukan pengadaan dua pesawat air tractor yang dikhususkan untuk mendistribusikan BBM di wilayah tersebut. Satu pesawat ditempatkan di Maluku Utara dan satu lagi di Timika, Papua.

"‎Itu yang harus kami siapkan untuk mendistribusikan BBM ke wilayah terpencil tersebut. Karena sekarang kami melakukan pengadaan untuk dua pesawat air tractor. Nah, nanti Desember datang satu lagi air tractor, 2017 akan mengadakan lagi untuk wilayah yang lain," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mulai 1 Februari 2023,...
Mulai 1 Februari 2023, Harga 2 Jenis BBM Pertamina Resmi Naik
Pertamina Melakukan...
Pertamina Melakukan Penyesuaian Harga BBM, Cek Daftarnya
Resmi Turun! Ini Daftar...
Resmi Turun! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Jenis Pertamax
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Lagi Mulai 1 Maret 2023
Harga BBM Tak Turun-Turun,...
Harga BBM Tak Turun-Turun, Ini Alasan Pertamina
Harga BBM Seharusnya...
Harga BBM Seharusnya Turun Rp2.000 per Liter Per 1 Mei
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved