Luhut Akui Dua Tahun Jokowi-JK Banyak Kekurangan

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 16:17 WIB
Luhut Akui Dua Tahun...
Luhut Akui Dua Tahun Jokowi-JK Banyak Kekurangan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah sejatinya menerima segala kritik dan masukan terkait berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan selama dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Namun, kritik yang disampaikan tersebut menurut dia sejatinya tak hanya asal disampaikan dan harus berdasarkan data dan fakta yang akurat.

Dia menambahkan masyarakat juga harus bersikap adil terhadap pemerintah. Diakuinya memang masih banyak kekurangan dan kesalahan yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Namun, lanjut Luhut masyarakat juga harus ingat banyak pula prestasi yang telah dicapai pemerintahan saat ini.

Prestasi tersebut mulai dari, kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan membaik, indeks gini rasio yang mulai turun, hingga program pengampunan pajak (tax amnesty) yang meraih sukses besar di periode I. "Pastilah di pemerintahan ini banyak kurangnya. Tapi kita juga harus fair untuk mengakui bahwa banyak sekali sukses story yang dilakukan," katanya di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

"Kalau kita mau kritik, ya kritik saja pemerintah. Tapi kritik itu betul-betul konstruktif, tidak dengan wacana-wacana tapi dengan angka. Kita bicara dengan angka, angkanya itu begini, begini, begini, sumber datanya jelaskan," lanjut dia.

Menurutnya, jika publik mengkritik tanpa dasar yang jelas maka hanya akan menggiring bangsa ini menuju kehancuran. "Kita bawa demokrasi negara kita ini menjadi satu negara dengan demokrasi yang mature, bukan demokrasi yang macam-macam," sambungnya.

Jenderal bintang empat ini juga meminta, agar publik menaruh kepercayaan yang besar terhadap kemampuan pemerintah membawa Indonesia menjadi lebih baik. Pemerintah, sendiri dipastikannya, memiliki dedikasi yang tinggi untuk membuat Tanah Air ini menjadi lebih jaya lagi ke depannya.

"Itu harus Anda sadari dan itu ada. Saya tahu dengan teman-teman yang ada di sekitar saya ini mau pun yang lain. Mereka punya integritas yang tinggi untuk membangun negeri ini lebih bagus. Itu yang saya alami, kalau di sana sini kurang, saya katakan, kami bukan malaikat," tegas dia

Meski mengakui masih banyak kekurangan, namun Luhut mengklaim kepercayaan masyarakat terhadap dua tahun pemerintahan Jokowi-JK meningkat. Kepercayaan masyarakat terkerek atas keberhasilan program pengampunan pajak (tax amnesty) pada periode I.

Dia menyebutkan, dalam survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada September 2016 disebutkan bahwa tingkat kepuasan publik kepada Presiden meningkat menjadi 66,5%. "‎Sekarang misalnya kita musti lihat sekarang, kita bicarakan data hasil survei CSIS bulan September, tingkat kepuasan daripada publik kepada Presiden 66,5%," katanya di Gedung BPPT.

Tax amnesty diyakini menjadi bukti bahwa masyarakat percaya kepada Presiden Jokowi. Bukti kepercayaannya adalah banyak para pengusaha kakap yang mempercayakan dananya untuk disimpan di dalam negeri. Tax Amnesty versi Indonesia pun sejauh ini diklaim menjadi yang terbaik di dunia.

"Pelaku pasar itu percaya sama Presiden sehingga dia taruh duitnya. Itu kan luar biasa. Dan itu yang terbaik di seluruh dunia. Terbaik dalam sejarah dunia," imbuh dia.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini melanjutkan, kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi juga karena melihat pemerintah tidak lagi kekurangan dana untuk pembangunan infrastruktur. Sejauh ini, pemerintah hanya berhemat untuk pembiayaan yang tidak perlu seperti perjalanan dinas dan rapat.

"Tapi kalau yang lain enggak ada. Jadi kalau orang bilang oh biaya infrastruktur mandek, nggak ada. Dimana yang mandek. Seperti misalnya, tujuan wisata Toba. Sampai sekarang on schedule, tidak ada yang mandek. Jadi semua bagus sekali. Bahwa ada masalah, pasti banyak kalau tidak ada masalah ya itu di surga saja," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Ingatkan Presiden...
JK Ingatkan Presiden Jokowi Bisa Jatuh Akibat 2 Krisis Ini
Jusuf Kalla: Kasih Tahu...
Jusuf Kalla: Kasih Tahu Semua Termul-termul Itu, Jokowi Jadi Presiden karena Saya
JK Undang Anis-Cak Imin...
JK Undang Anis-Cak Imin dan Surya Paloh Bukber Jelang Pengumuman Hasil Pilpres, Ada Apa?
Jawaban JK Saat ditanya...
Jawaban JK Saat ditanya Lebih Enak Jadi Wapres SBY atau Jokowi
JK Dukung Cawe-cawe...
JK Dukung Cawe-cawe Jokowi Jelang Pilpres 2024
2 Tahun Jokowi - Maruf,...
2 Tahun Jokowi - Ma'ruf, Bambang Widjojanto Evaluasi Bidang Hukum
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
5 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved