Demi BBM Satu Harga, Pertamina Gelontorkan Rp54 M Bangun SPBU
Senin, 24 Oktober 2016 - 15:34 WIB
Demi BBM Satu Harga, Pertamina Gelontorkan Rp54 M Bangun SPBU
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN WIratmaja Puja mengemukakan, PT Pertamina (Persero) akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp54 miliar untuk membangun penyalur resmi bahan bakar minyak (BBM), seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Advanced Plant Management System (APMS) di daerah terpencil. Hal ini dilakukan demi mewujudkan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait BBM satu harga di wilayah Papua dan sekitarnya.
Dia mengatakan, selama ini harga BBM di tingkat penyalur sejatinya telah satu harga. Namun, untuk daerah terpencil tidak ada lembaga penyalur resmi seperti SPBU atau APMS. Sehingga, masyarakat harus membeli BBM dari pengecer yang memainkan harga seenaknya.
"Kalau harga BBM di penyalur seluruh Indonesia sudah sama dari dulu. Cuma di daerah yang sangat terpencil belum ada penyalur seperti SPBU atau APMS. Jadi selama ini yang harga tidak sama bukan di SPBU nya. Tapi di pengecer di luar jalur penyalur. Jadi yang enggak resmi," ujarnya di Gedung Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/10/2016).
(Baca: Pertamina Adu Nyali Antarkan BBM ke Daerah Rawan Konflik)
Sebab itu, pemerintah memutuskan untuk membangun penyalur resmi di wilayah-wilayah terpencil tersebut. Awalnya, pemerintah mengajukan dana Rp54 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017. Namun, Pertamina menyatakan akan membangun sendiri SPBU tersebut dengan anggarannya.
"Pertamina mengatakan bahwa dari Rp54 miliar itu akan dibangun sendiri (SPBU dan APMS di daerah terpencil) oleh Pertamina," imbuhnya.
Sehingga, lanjut Wirat, pemerintah tidak jadi mengajukan anggaran untuk pembangunan SPBU tersebut. Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM tahun depan akan fokus untuk pembangunan tangki. "Sehingga APBN digunakan khusus untuk membangun tangki. Itu akan dibangun tahun depan," pungkasnya.
Dia mengatakan, selama ini harga BBM di tingkat penyalur sejatinya telah satu harga. Namun, untuk daerah terpencil tidak ada lembaga penyalur resmi seperti SPBU atau APMS. Sehingga, masyarakat harus membeli BBM dari pengecer yang memainkan harga seenaknya.
"Kalau harga BBM di penyalur seluruh Indonesia sudah sama dari dulu. Cuma di daerah yang sangat terpencil belum ada penyalur seperti SPBU atau APMS. Jadi selama ini yang harga tidak sama bukan di SPBU nya. Tapi di pengecer di luar jalur penyalur. Jadi yang enggak resmi," ujarnya di Gedung Ditjen Migas Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (24/10/2016).
(Baca: Pertamina Adu Nyali Antarkan BBM ke Daerah Rawan Konflik)
Sebab itu, pemerintah memutuskan untuk membangun penyalur resmi di wilayah-wilayah terpencil tersebut. Awalnya, pemerintah mengajukan dana Rp54 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017. Namun, Pertamina menyatakan akan membangun sendiri SPBU tersebut dengan anggarannya.
"Pertamina mengatakan bahwa dari Rp54 miliar itu akan dibangun sendiri (SPBU dan APMS di daerah terpencil) oleh Pertamina," imbuhnya.
Sehingga, lanjut Wirat, pemerintah tidak jadi mengajukan anggaran untuk pembangunan SPBU tersebut. Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM tahun depan akan fokus untuk pembangunan tangki. "Sehingga APBN digunakan khusus untuk membangun tangki. Itu akan dibangun tahun depan," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :