Paket Kebijakan ke-13 Dorong Realisasi Program Sejuta Rumah

Senin, 24 Oktober 2016 - 19:49 WIB
Paket Kebijakan ke-13...
Paket Kebijakan ke-13 Dorong Realisasi Program Sejuta Rumah
A A A
JAKARTA - Dana repatriasi amnesti pajak dan Paket Kebijakan Ekonomi ke-13 dinilai memberi dampak positif terhadap industri properti. Kebijakan yang disebut terakhir bahkan dinilai banyak kalangan akan mendorong percepatan program sejuta rumah yang digagas pemerintah. Pasalnya, paket kebijakan ke-13 yang memangkas tahap perizinan dari 33 menjadi 11 dan lama perizinan dari 769-981 hari menjadi 44 hari, akan mempermudah dan mempercepat program sejuta rumah.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo mengatakan, paket kebijakan ke-13 dapat membantu pengembang membangun rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena dengan perizinan yang cepat akan mendorong akselerasi developer membangun rumah lebih banyak dan lebih cepat lagi.

“Kalau proses izin dan sertifikasinya cepat, kami yakin banyak rumah bisa dibangun dan harga rumah bisa lebih terjangkau dengan kualitas yang baik,” ujarnya dalam diskusi “Dampak Paket Kebijakan Ekonomi ke-13 dalam Mendorong Sejuta Rumah”, Senin (24/10/2016).

Eddy berharap pemerintah membuat regulasi dari kebijakan ini melalui Peraturan Pemerintah (PP), sehingga pelaksanaan rumah MBR di tingkat daerah seperti kabupaten/kota dapat segera terealisasi. “Karena selama ini fakta di lapangan, masih banyak kendala perizinan dan masalah kelistrikan, ini harus menjadi konsentrasi pemerintah,” sambungnya.

Direktur Bank Tabungan Negara, Oni Febriarto Rahardjo mengatakan paket kebijakan ekonomi 13 dapat mendorong fasilitas kredit perumahan rakyat (KPR) subsidi maupun buat mikro. Menurut Oni, saat ini potensi sektor mikro dan informal untuk memiliki hunian layak sangat besar. Hanya saja, mereka kerap terkendala kemampuan membayar uang muka dan skema cicilan. Untuk itu, diperlukan aturan agar dapat mengetahui kemampuan mereka membayar.

Dengan kemudahan tersebut semakin memberi kontribusi pertumbuhan sektor properti terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, kontribusi sektor properti kepada pertumbuhan ekonomi sebesar 2,86%. Bukan tidak mustahil, kemudahan perizinan dapat meningkatkan kontribusi sektor properti terhadap perkembangan ekonomi seperti negara tetangga. “Sektor properti ini berdampak kepada pertumbuhan industri, lapangan kerja, ekspansi pasar konsumer,” paparnya.

Menurutnya, BTN akan menjembatani masalah ini dengan menggunakan skema kredit KPR mikro dan informal. Namun skema yang berlaku sekarang sifatnya hanya sementara, sembari melihat perkembangan lebih lanjut.

Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Eko Hero Purwanto mengatakan Kementerian berikhtiar mendorong percepatan pembangunan perumahan khususnya rumah MBR, dimana target 1 juta rumah hingga Juni 2016 telah mencapai 400.982 unit.

Dengan adanya paket kebijakan ke-13, ini akan semakin memperlancar program sejuta rumah. Keseriusan pemerintah mendorong ketersediaan rumah MBR, kata Eko, terlihat dari anggaran yang disediakan tahun ini, naik mencapai Rp9 triliun.

Menurutnya, selisih antara pasokan rumah dengan kebutuhan alias backlog berdasarkan konsep penghunian pada 2014 mencapai 7,6 juta unit dan pada 2019 diharapkan mengecil menjadi 5 juta unit. Sedangkan rumah tidak layak huni dari 3,4 juta unit ditargetkan pada 2019 menjadi 1,9 juta unit. “Dalam mencapai satu juta rumah diperlukan kolaborasi, dimana pemerintah bertugas dalam kebijakan dan pelakunya adalah perbankan dan pengembang,” tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tancap Gas Kejar Target,...
Tancap Gas Kejar Target, BTN Akan Gelar Pameran Virtual KPR Merdeka Berbunga Murah
Merespons permintaan...
Merespons permintaan Pasar, BTN Gelar Akad Massal KPR BP2BT
71 Tahun Bank BTN Telah...
71 Tahun Bank BTN Telah Realisasikan Kredit Lebih Rp640 Triliun
Peluang Masih Besar,...
Peluang Masih Besar, BTN Makin Gencar Genjot Penyaluran Kredit Sektor Perumahan
Laba BTN Melesat 39,72%...
Laba BTN Melesat 39,72% di Kuartal III Tahun 2020
Demi Rumah Rakyat, BTN...
Demi Rumah Rakyat, BTN Gelar Akad Kredit Massal 21.000 Unit
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved