Rupiah Dibuka Lesu, Yen Masih Tak Berdaya Lawan USD
Kamis, 27 Oktober 2016 - 10:34 WIB
Rupiah Dibuka Lesu, Yen Masih Tak Berdaya Lawan USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini terlihat balik melemah, setelah kemarin sempat memperlihatkan sinyal positif dengan menyentuh kisaran level Rp12.900/USD. Kondisi rupiah pagi ini di tengah stabilnya USD terhadap beberapa mata uang lainnya.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.027/USD. Posisi ini tercatat kembali memburuk dari posisi kemarin di level Rp12.997/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pagi ini berada di level Rp13.019/USD. Nilai tersebut tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.004/USD dengan kisaran harian Rp13.012-Rp13.055/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah mengawali hari ini pada posisi Rp13.005/USD atau stagnan dari penutupan kemarin di level yang sama. Pergerakan mata uang Garuda pada tengah pekan bakal berada di kisaran harian Rp13.003-Rp13.040/USD.
Bedasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pagi ini berada di level Rp13.045/USD. Posisi ini memburuk, ketika kemarin sempat menguat untuk menutup hari di level Rp13.005/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (27/10/2016) USD stabil terhadap yen, meski mata uang Jepang mulai balik melawan. Sementara euro dan poundsterling mencetak keuntungan versus greenback. Tercatat USD naik tipis 0,15% terhadap yen menjadi 104.640, mulai turun dari posisi tertinggi dalam tiga bulan yakni 104.875.
Di sisi lain euro terlihat stabil menjadi 1.0909 melawan USD, ketika hari sebelumnya bertambah 0,2%. Mata uang secara umum berhasil memperpendek jarak dari level terendah 1.0851 kemarin saat USD terus melesar di tengah menguatnya harapan kenaikan suku bunga acuan AS alias Fed rate oleh Bank Sentral Amerika Serikat (Fed).
Hasil positif juga diperlihatkan Pounds yang meningkat sekitar 0,5%, sedangkan indeks USD tidak berubah pada level 98.652. Dolar Australia mendatar pada posisi 0.7648 terhadap USD, usai mendorong menuju level tertinggi kemarin ke 0.7709.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.027/USD. Posisi ini tercatat kembali memburuk dari posisi kemarin di level Rp12.997/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pagi ini berada di level Rp13.019/USD. Nilai tersebut tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.004/USD dengan kisaran harian Rp13.012-Rp13.055/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah mengawali hari ini pada posisi Rp13.005/USD atau stagnan dari penutupan kemarin di level yang sama. Pergerakan mata uang Garuda pada tengah pekan bakal berada di kisaran harian Rp13.003-Rp13.040/USD.
Bedasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pagi ini berada di level Rp13.045/USD. Posisi ini memburuk, ketika kemarin sempat menguat untuk menutup hari di level Rp13.005/USD.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (27/10/2016) USD stabil terhadap yen, meski mata uang Jepang mulai balik melawan. Sementara euro dan poundsterling mencetak keuntungan versus greenback. Tercatat USD naik tipis 0,15% terhadap yen menjadi 104.640, mulai turun dari posisi tertinggi dalam tiga bulan yakni 104.875.
Di sisi lain euro terlihat stabil menjadi 1.0909 melawan USD, ketika hari sebelumnya bertambah 0,2%. Mata uang secara umum berhasil memperpendek jarak dari level terendah 1.0851 kemarin saat USD terus melesar di tengah menguatnya harapan kenaikan suku bunga acuan AS alias Fed rate oleh Bank Sentral Amerika Serikat (Fed).
Hasil positif juga diperlihatkan Pounds yang meningkat sekitar 0,5%, sedangkan indeks USD tidak berubah pada level 98.652. Dolar Australia mendatar pada posisi 0.7648 terhadap USD, usai mendorong menuju level tertinggi kemarin ke 0.7709.
(akr)