Kementerian BUMN Diminta Kaji Mendalam Soal Induk Holding Energi

Jum'at, 28 Oktober 2016 - 18:33 WIB
Kementerian BUMN Diminta...
Kementerian BUMN Diminta Kaji Mendalam Soal Induk Holding Energi
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didesak melakukan kajian lebih mendalam terkait siapa yang layak menjadi induk dalam holding energi. Pemilihan perusahaan induk dalam holding BUMN termasuk rencana akuisisi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) disarankan memenuhi kriterua secara keuangan, kenerja dan aspek SDM yang mumpuni

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan, Kementerian BUMN seharusnya bisa melihat perusahaan pelat merah mana saja yang secara kondisi keuangan lebih sehat dan kuat. Pasalnya, imbuh dia, sesuai hukum alam yang kuatlah yang bisa menjadi pemimpin.

“Kementerian BUMN mesti mengkaji lebih dalam soal holding BUMN energi ini. Akan menjadi kontra produktif jika ternyata yang menjadi induk usaha dalam agenda besar tersebut tidak mumpuni,” kata dia lewat keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Menurutnya berdasarkan pertimbangan sederhana apapun, sebenarnya Kementerian BUMN bisa melihat BUMN mana yang layak menjadi induk usaha. “Ini persoalan mana secara akuntabel yang bisa dipertanggungjawabkan. Tujuan holding ada semakin kuat dan efisien bukan malah memperlemah,” jelas dia.

Sementara sebelumnya Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia Achmad Widjaja mengatakan pentingnya penyatuan BUMN dalam hal ini PLN dan Pertamina yang mengurus bisnis minyak dan gas.

"Berbicara energi untuk kelangsungan kegiatan industri manufaktur, hanya PLN saja tidak bisa. Mengapa energi tidak di-holding-kan? Pertamina punya hulu hilir. Seharusnya Pertamina bisa menguasai," tegasnya

Menurutnya, tarif listrik yang diterapkan kepada industri manufaktur selama ini kurang dapat membantu pengusaha. Sedangkan Menteri BUMN Rini Soemarno menerangkan alasan pembentukan holding BUMN antara lain guna tercapainya efisiensi dengan meminimalkan biaya, memperluas investasi, serta menghindari pengurangan karyawan.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto sendiri pernah menegaskan pihaknya siap memimpin holding BUMN energi. Sejak awal, imbuh dia, perseroan memang sudah diposisikan sebagai perusahaan induk atas sejumlah anak usaha Pertamina.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Tidak Layak...
Pertamina Tidak Layak Pimpin Holding Geothermal
Agresif Transisi Energi,...
Agresif Transisi Energi, Pertamina Geothermal Energy Berhasil Bukukan Pendapatan dari Carbon Credit
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Kado HUT RI ke-76: Teknologi...
Kado HUT RI ke-76: Teknologi Geothermal Pertama di Dunia Karya Perwira Pertamina Geothermal Energy
Rombak Direksi, Pertamina...
Rombak Direksi, Pertamina Geothermal Bagi Dividen Rp1,48 Triliun
Lewati Target, PGE Catat...
Lewati Target, PGE Catat Produksi Listrik 4.618 GWh di 2020
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved