Poundsterling Menguat, Rupiah Sore Ini Ditutup Stabil

Selasa, 08 November 2016 - 17:06 WIB
Poundsterling Menguat,...
Poundsterling Menguat, Rupiah Sore Ini Ditutup Stabil
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup stabil dari posisi penutupan kemarin. Kondisi rupiah sore ini di tengah menguatnya poundsterling terhadap USD.

Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.084/USD, mendatar atau hanya menguat tipis dibanding penutupan kemarin di level Rp13.086/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.058-Rp13.099/USD.

Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.095/USD atau stabil dari posisi penutupan kemarin di level yang sama. Namun, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp13.079/USD dari penutupan kemarin di level Rp13.069/USD dengan kisaran harian Rp13.053-Rp13.090/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah di level Rp13.090/USD. Posisi ini memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.082/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/11/2016), poundsterling naik terhadap USD sebesar 0,3%, setelah kemarin melemah ketika USD melonjak terdorong pemungutan suara untuk capres AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton setelah FBI menyimpulkan tidak ada tuntutan pidana yang dijamin terhadap dirinya atas penggunaan server email pribadi Hillary.

Sterling naik hampir 3% pekan lalu, kenaikan mingguan terbaik dalam tujuh tahun. Poundsterling terhadap USD diperdagangan pada level 1,2439 dan terhadap euro, naik 0,1% ke level 88,94 pence.

Politik telah mendominasi pergerakan mata uang baru-baru ini, dengan reli pound pekan lalu juga didukung oleh putusan Pengadilan Tinggi bahwa pemerintah membutuhkan persetujuan parlemen untuk memulai proses perceraian Inggris dari Uni Eropa.

Sterling masih turun lebih dari 16% terhadap USD sejak Inggris pada Juni memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. "Masalahnya adalah pasar puas di masa lalu tidak terlalu jauh, brexit mengakibatkan beberapa pergerakan sangat agresif pada 24 Juni," kata Oanda analis pasar senior Craig Erlam dalam sebuah catatan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
40 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
1 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
1 jam yang lalu
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
2 jam yang lalu
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved