Harga Emas Antam Akhirnya Naik meski Emas Dunia Jatuh

Kamis, 10 November 2016 - 08:55 WIB
Harga Emas Antam Akhirnya...
Harga Emas Antam Akhirnya Naik meski Emas Dunia Jatuh
A A A
JAKARTA - Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini naik tajam setelah mengalami penurunan beruntun selama tiga hari sejak awal pekan ini. Kenaikan harga emas Antam hari ini di tengah jatuhnya harga emas dunia.

Seperti dikutip dari laman Logammulia.com, Kamis (10/11/2016) harga jual emas Antam naik hingga Rp5.000 menjadi Rp615.000/gram dari sebelumnya Rp610.000/gram. Hal yang sama juga terjadi pada buyback emas Antam yang naik Rp5.000 menjadi Rp537.000/gram dibanding sebelumnya Rp532.000/gram.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.190.000 dengan harga per gram Rp595.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.767.000 dengan harga per gram Rp589.000. Sedangkan harga emas 4 gram senilai Rp2.344.000 dengan harga per gram Rp586.000.

Emas ukuran 5 gram sebesar Rp2.930.000 dengan harga per gram Rp586.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.785.000 dengan harga per gram Rp578.500. Harga emas 25 gram Rp14.325.000 dengan harga per gram Rp573.000.

Harga emas 50 gram sebesar Rp28.500.000, dengan harga per gram Rp570.000. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp56.825.000, dengan harga per gram Rp568.250. Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp141.675.000, dengan harga per gram Rp566.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp282.975.000 dengan harga per gram Rp565.950.

Sementara, harga emas di Pulogadung berada di level Rp605.000/gram atau naik dibanding kemarin di level Rp600.000/gram dengan buyback sebesar Rp537.000/gram atau mengalami naik Rp5.000 dibandingkan kemarin. Sedangkan harga emas di Jakarta II berada di level Rp615.000/gram atau naik dari sebelumnya Rp610.000/gram.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (10/11/2016), harga emas kembali jatuh dari kenaikan tajam sebelumnya, setelah kemenangan pidato damai dari presiden terpilih AS Donald Trump yang juga membantu kenailan USD.

Emas telah naik hampir 5% untuk enam pekan setinggi USD1,337.40 per ons karena muncul bahwa calon Partai Republik Donald Trump menang atas capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam pemilihan presiden, kejutan untuk pasar yang mendorong investor untuk mencari perlindungan yang dirasa sebagai safe haven aset seperti emas.

Tapi harga emas kemudian jatuh kembali di bawah level USD1.300 per ons karena USD bergerak lebih tinggi dan saham memangkas kerugian. Di mana harga emas di pasar spot turun 0,19% ke level USD1.272,66 per ons, sedangkan harga emas AS menetap di level USD1.273,50 per ins, setelah mencapai puncaknya pada level USD1.338,30 per ons.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
9 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
9 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
9 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
10 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
11 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved