Sri Sultan Ingin Evaluasi Harga Gas Bersubsidi di Yogyakarta

Kamis, 10 November 2016 - 20:09 WIB
Sri Sultan Ingin Evaluasi...
Sri Sultan Ingin Evaluasi Harga Gas Bersubsidi di Yogyakarta
A A A
YOGYAKARTA - Mahal dan sulitnya memperoleh gas bersubsidi di Yogyakarta, salah satunya disebabkan masalah distribusi. Biaya angkutan dan transportasi terlalu panjang. Alhasil selain tidak efisien, membuat harga gas bersubsidi jadi melambung.

Melihat kondisi ini, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta adanya evaluasi terkait perhitungan biaya angkutan dan transportasi gas bersubsidi. Ia berharap Pertamina melakukan rayonisasi dalam perhitungan tersebut agar lebih efisien.

Sri Sultan lantas mencontohkan pengisian elpiji 3 kg di Kulon Progo, dihitung dari SPBE di Jalan Wates ke ibukota Kulon Progo atau dari SPBE tersebut ke Purworejo, sehingga biaya transportasinya lebih murah. "Sebaiknya sistem pendistribusian gas subsidi di rayonisasi dan dibesarkan kapasitas SPBE-nya saja. Harga gas subsidi di Yogyakarta tidak bisa disamakan dengan Jateng, karena masyarakat jadi menikmati harga mahal yang semestinya lebih murah,” ujarnya, Kamis (10/11/2016).

Raja Keraton Yogyakarta mengungkapkan, dengan ditambahnya kapasitas SPBE di Wates juga Purworejo dan sekitarnya akan menghemat biaya. Karena tidak perlu mengambil dari SPBE di Semarang. Hal ini sebagai tindakan preventif agar tidak terjadi kelangkaan, melonjaknya harga, dan mengantisipasi kenakalan oknum agen gas.

Dengan adanya pengisian di SPBE secara rayonisasi, maka kelancaran pasokan dapat terjaga. Dan diharapkan bisa mencegah kelangkaan gas di saat kebutuhan masyarakat tengah meningkat. Hal ini juga bisa menghindari antrean panjang dari masyarakat di pangkalan gas melon.

Terkait kebijakan di beberapa daerah yang mulai menerapkan larangan PNS menggunakan elpiji 3 kilogram, Sri Sultan mengaku belum berpikir untuk membuat larangan serupa di lingkungan Pemda Yogyakarta. Ia lebih mengusulkan adanya rayonisasi dan mendekatkan agen maupun pangkalan dengan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) terdekat, guna menghemat biaya distribusi dan mencegah kelangkaan gas subsidi.

Sultan HB X mengatakan PNS bisa saja dimungkinkan untuk tidak menggunakan gas melon agar subisidi bagi masyarakat kurang mampu tepat sasaran. "Kita lihat nanti perkembangannya seperti apa dan dimungkinkan apabila pelarangan penggunaan gas subsidi diberlakukan bagi PNS. PNS itu tidak bisa diberikan subsidi untuk bahan bakar," ujar Sultan HB X.

Namun sejumlah kalangan menilai pembatasan maupun pelarangan pemakaian gas melon ini tidak terkait kelangkaan. Sebab, faktanya bukan PNS yang banyak memakainya. Hal ini lebih karena kenakalan oknum. Karena ada disparitas cukup besar antara harga elpiji 3 kg di Yogyakarta dibandingkan di Jawa Tengah. Inilah yang membuat oknum agen memindahkannya ke luar Yogyakarta.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyaluran Subsidi Elpiji...
Penyaluran Subsidi Elpiji 3 Kg Pakai Data P3KE, ESDM: Sumbernya Lebih Bersejarah
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Minat Jadi Sub Penyalur...
Minat Jadi Sub Penyalur Resmi Gas Elpiji 3 Kg, Begini Tahapan dan Syaratnya
Pembelian Gas Wajib...
Pembelian Gas Wajib Tunjukan KTP Mulai 1 Januari 2024
Beli LPG 3 Kg di Warung...
Beli LPG 3 Kg di Warung Wajib Bawa KTP, Ini Caranya  
Emak-emak di Aceh Rela...
Emak-emak di Aceh Rela Antre Demi Elpiji Bersubsidi
Berita Terkini
Jaga Pasokan BBM di...
Jaga Pasokan BBM di Sumut: Pertamina Tindak Mobil Tangki Nakal, Terminal dan SPBU Siaga 24 Jam
42 menit yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
1 jam yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
1 jam yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
10 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
11 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved