PLN EPI dan Pemkot Baubau Kolaborasi Jalankan Program Gasifikasi Pembangkit
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 18:43 WIB
loading...
PLN EPI bersama Pemkot Baubau melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman program gasifikasi pembangkit. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia ( PLN EPI ) menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih di wilayah Baubau, Sulawesi Tenggara. Melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau, PLN EPI siap menghadirkan pasokan energi yang lebih bersih melalui program gasifikasi pembangkit listrik di kawasan tersebut.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Rakhmad Dewanto menjelaskan, kerja sama ini menandai langkah awal pengembangan infrastruktur gas yang akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan menghadirkan gas alam cair (LNG) sebagai sumber energi utama.
Melalui program ini, diharapkan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 1,45 juta ton per tahun dan meningkatkan efisiensi biaya bahan bakar hingga Rp7,2 triliun per tahun. Langkah ini wujud komitmen PLN EPI mendukung program Pemerintah dalam mencapai target nasional Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Dengan adanya terminal konsolidasi gas, kami berharap kota Baubau dan wilayah sekitarnya akan mendapatkan pasokan energi yang lebih bersih dan efisien. Ini juga akan membuka peluang bagi pengembangan industri lokal," ujar Rakhmad Dewanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/10/2024).
Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Optimis Pengembangan Biomassa PLN Angkat Ekonomi Daerah
Program gasifikasi ini meliputi lebih dari 22 pembangkit yang sebelumnya menggunakan BBM, yang akan beralih ke gas alam cair. Tahap pertama dari proyek ini diproyeksikan akan selesai pada tahun 2025 dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan mitra bisnis internasional.
Selain mendukung sektor energi, program gasifikasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri lain di Baubau, apalagi dengan penggunaan LNG sebagai sumber energi yang lebih murah dan ramah lingkungan. PLN EPI terus berkomitmen untuk menyediakan solusi energi primer yang terintegrasi, serta mengembangkan rantai pasok energi yang berkelanjutan di Indonesia Timur.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Rakhmad Dewanto menjelaskan, kerja sama ini menandai langkah awal pengembangan infrastruktur gas yang akan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan menghadirkan gas alam cair (LNG) sebagai sumber energi utama.
Melalui program ini, diharapkan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 1,45 juta ton per tahun dan meningkatkan efisiensi biaya bahan bakar hingga Rp7,2 triliun per tahun. Langkah ini wujud komitmen PLN EPI mendukung program Pemerintah dalam mencapai target nasional Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Dengan adanya terminal konsolidasi gas, kami berharap kota Baubau dan wilayah sekitarnya akan mendapatkan pasokan energi yang lebih bersih dan efisien. Ini juga akan membuka peluang bagi pengembangan industri lokal," ujar Rakhmad Dewanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (4/10/2024).
Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Optimis Pengembangan Biomassa PLN Angkat Ekonomi Daerah
Program gasifikasi ini meliputi lebih dari 22 pembangkit yang sebelumnya menggunakan BBM, yang akan beralih ke gas alam cair. Tahap pertama dari proyek ini diproyeksikan akan selesai pada tahun 2025 dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan mitra bisnis internasional.
Selain mendukung sektor energi, program gasifikasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri lain di Baubau, apalagi dengan penggunaan LNG sebagai sumber energi yang lebih murah dan ramah lingkungan. PLN EPI terus berkomitmen untuk menyediakan solusi energi primer yang terintegrasi, serta mengembangkan rantai pasok energi yang berkelanjutan di Indonesia Timur.
Lihat Juga :