Genjot Pelabuhan Tanjung Carat, Pelindo II Inginkan Perpres

Sabtu, 12 November 2016 - 20:12 WIB
Genjot Pelabuhan Tanjung...
Genjot Pelabuhan Tanjung Carat, Pelindo II Inginkan Perpres
A A A
PALEMBANG - Pelindo II mendorong terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) dalam upaya menggenjot pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin. Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama Pelindo II Elvin G Massayssa usai bertemu Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin.

“Beberapa upaya yang dilakukan yakni mendorong terbitnya Perpres atas Tanjung Carat sekaligus membentuk tim internal dalam mengkaji dan melakukan persiapan pembangunan lainnya bagi Tanjung Carat,” ungkap Elvin G Massayssa, Sabtu (12/11/2016).

Pembentukan tim, lanjut dia ditargetkan pada satu hingga dua bulan kedepan. Nantinya, tim khusus kawasan Tanjung Carat akan berkordinasi dengan pemerintah daerah guna menjadikan tanjung Carat masuk dalam kawasan ekonomi khusus di Sumsel.

“Sebenarnya, Pelindo sudah memiliki kajian. Hasilnya, Tanjung Carat layak sebagai pelabuhan internasional dengan kapasitas tampung hingga 1,5 juta TEUs, yang merupakan pelabuhan laut dalam yang strategis. Namun untuk mempercepatnya, butuh penunjukkan (Perpres),” sambung dia.

Sementara itu, upaya mempercepat Tanjung Carat menjadi pelabuhan internasional dan masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, Sumsel juga dibenarkan oleh Manajer Proyek Unit Kawasan Ekonomi Khusus Sumsel Regina Ariyanti, usai pertemuan tersebut.

Dia pemerintah, Sumsel sudah beberapa kali mendorong agar pelabuhan Tanjung Carat tidak dipisahkan dari KEK Tanjung Api-Api. Mengingat, kedua pelabuhan bersifat saling dukung dan bernilai strategis dalam pengembangan pelabuhan internasional di Sumsel.

“Saya juga belum tahu kenapa Tanjung Carat dipisahkan. Tapi, kami (Pemprov) terus mendorong agar Tanjung Carat masuk dalam KEK Sumsel. Mengingat potensi ekonominya cukup tinggi bagi Sumsel,” papar Regina.

Pelabuhan Tanjung Carat, sambungnya membutuhkan perlakukan pembangunan yang lebih intensif. Diperkirakan nilai investasi pada pelabuhan seluas lebih 2.000 (ha) tersebut mencapai Rp30triliun.

Pembangunan Tanjung Carat diinformasikan sudah sampai tahapan menyelesaikan analisa lingkungan, Amdal. Sementara persiapan lahan juga dilakukan dengan reklamasi kawasan Tanjung Carat tersebut. “Saya pikir mudah-mudahan dengan KEK menjadi program nasional, maka Tanjung Carat juga lebih mendapatkan respon positif,” lanjut dia.

Sementara itu, Asisten II bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Sumsel Yohanes mengatakan Pelindo sebagai BUMN juga bisa berinvestasi secara komersial dengan pihak lain. Karena itu membutuhkan dukungan pemerintah guna memperoleh kepastian usaha.

Mengingat Internal Rate of Return (IRR) dalam kajian ekonomi bagi pelabuhan Tanjung Carat tergolong rendah. Karena itu, dengan legalitas Perpres, Pelindo II akan lebih mudah mengembangkan jaringan kerjasama pada pihak lainnya.

“Pemerintah juga Pelindo II mendorong agar Perpres itu, bisa diperoleh agar pembangunan Tanjung Carat sebagai pelabuhan laut lebih cepat terwujud. Tanjung Carat ini sudah tiga tahun lalu diproyeksikan menjadi pelabuhan laut dalam,” ungkap dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Telan Investasi Rp2,37...
Telan Investasi Rp2,37 Triliun, Progres Terminal Kijing Capai 55%
Pelindo II Tunda IPO...
Pelindo II Tunda IPO dan Akuisisi Pelabuhan Asing
Integrasi Pelabuhan,...
Integrasi Pelabuhan, Mengantarkan Semanggi Merebut Cuan
Banyak SDM Kurang Tahan...
Banyak SDM Kurang Tahan Tekanan di Dunia Kerja, Ini Penyebabnya
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Kinerja Penguasa Pelabuhan...
Kinerja Penguasa Pelabuhan Dihantam Gelombang Lockdown
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
5 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved