Penyebab Utama Rupiah dan IHSG Melemah
Minggu, 13 November 2016 - 06:05 WIB
Penyebab Utama Rupiah dan IHSG Melemah
A
A
A
JAKARTA - Analis Indosurya Securities, William Surya Wijaya mengemukakan, penyebab utama pelemahan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena kenaikan harga komoditas. Hal ini membuat aliran dana yang berpindah cukup banyak.
William mengatakan, dirinya sudah mewaspadai fenomena ini sejak beberapa pekan lalu. Sehingga, wajar jika rupiah dan IHSG sempat mendapat sentimen negatif.
"Saya beberapa bulan lalu sebetulnya sudah cukup waspada dengan kenaikan harga komoditas. Karena kenaikan harga komoditas bakal membuat aliran dana berpindah kalau kenaikannya terus menerus," ujarnya kepada SINDOnews, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).
(Baca juga: Rupiah Ambruk, Analis Diminta Sudahi Pandangan Negatif ke Trump)
Pada saat aliran dana berpidah, lanjut dia, yang paling mudah keluar dan terpengaruh adalah pasar modal. Maka wajar jika terjadi terjadi capital outflow.
"Itu makanya sudah terjadi beberapa pekan kan. Tidak hanya kemarin. Jadi, itu artinya ada aliran dana investasi yang berpindah untuk sementara," jelasnya.
Menurut William, hal ini seperti pada 2013-2014. Di mana kenaikan harga komoditas dampaknya ke nilai tukar mata uang dan IHSG.
"Kita tidak bisa tutup mata. Dampaknya akan ke USD, atau mungkin ada kenaikan indeks di tempat lain. Misalnya Amerika Serikat, itu ada aliran dana yang berpindah kesana," pungkasnya.
William mengatakan, dirinya sudah mewaspadai fenomena ini sejak beberapa pekan lalu. Sehingga, wajar jika rupiah dan IHSG sempat mendapat sentimen negatif.
"Saya beberapa bulan lalu sebetulnya sudah cukup waspada dengan kenaikan harga komoditas. Karena kenaikan harga komoditas bakal membuat aliran dana berpindah kalau kenaikannya terus menerus," ujarnya kepada SINDOnews, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).
(Baca juga: Rupiah Ambruk, Analis Diminta Sudahi Pandangan Negatif ke Trump)
Pada saat aliran dana berpidah, lanjut dia, yang paling mudah keluar dan terpengaruh adalah pasar modal. Maka wajar jika terjadi terjadi capital outflow.
"Itu makanya sudah terjadi beberapa pekan kan. Tidak hanya kemarin. Jadi, itu artinya ada aliran dana investasi yang berpindah untuk sementara," jelasnya.
Menurut William, hal ini seperti pada 2013-2014. Di mana kenaikan harga komoditas dampaknya ke nilai tukar mata uang dan IHSG.
"Kita tidak bisa tutup mata. Dampaknya akan ke USD, atau mungkin ada kenaikan indeks di tempat lain. Misalnya Amerika Serikat, itu ada aliran dana yang berpindah kesana," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :