Industri Kreatif Pendukung Automotif Menjanjikan

Minggu, 13 November 2016 - 20:23 WIB
Industri Kreatif Pendukung...
Industri Kreatif Pendukung Automotif Menjanjikan
A A A
JAKARTA - Industri kreatif di Yogyakarta terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus terjadi di wilayah ini. Salah satu yang menyimpan potensi cukup besar namun belum banyak dilirik pemerintah setempat adalah industri kreatif berbasis automotif.

Geliat mulai dari pernak-pernik, aksesoris, kustom (modifikasi) hingga miniature armada mulai banyak bermunculan di wilayah ini. Seperti yang diungkapkan Ketua komunitas pemilik mobil tua asal Amerika Serikat (Hotrodiningrat) Arif Jamil.

Sejak belasan tahun lalu, industri kreatif berbasis automotif di Yogyakarta mulai menunjukkan geliatnya. Para pecinta automotif tak sekadar berambisi memiliki kendaraan sesuai standar yang dikeluarkan pabrik, mereka menginginkan yang lebih.

"Banyak yang mulai melakukan modifikasi untuk mendapatkan tampilan sesuai dengan selera," paparnya.

Awalnya, para pecinta modifikasi (custom) selalu berburu onderdil kendaraan mereka baik sepeda motor maupun mobil yang sesuai dengan keinginan mereka, entah original (asli) ataupun KW (tiruan).

Namun, biasanya tidak banyak ditemukan karena memang tidak ada pabrikan yang memproduksinya, membuat mereka menjadi kreatif. Para pecinta automotif akhirnya melakukan berbagai upaya termasuk memodifikasi yang sudah ada untuk mendapatkan sesuatu seperti keinginan mereka.

Hal itulah yang menjadikan mereka lebih kreatif karena mampu menciptakan sesuatu yang ternyata memiliki nilai jual cukup tinggi. Sejak saat itu, industri kreatif automotif mulai menjadi tren.

Tak terkecuali pecinta Hotrod, sebuah seni custom mobil tua asal Amerika Serikat. Sejak 2005, komunitas pecinta motor tua mulai mencari rongsokan mobil-mobil pabrikan Amerika Serikat untuk mereka benahi dan bisa dihidupkan kembali.

Karena keterbatasan itu, akhirnya mereka justru bisa menciptakan onderdil atau sparepart seperti aslinya. "Kami sudah bisa membuat atap mobil, velg ataupun spion. Tetapi baru berdasarkan pesanan," terangnya.

Setelah belakangan mulai trend, mulai banyak bermunculan berbagai aksesoris pendukung lainnya yang akhirnya menjadi sebuah industri. Merchandise seperti kaos, topi, stiker ataupun barang-barang lain banyak diproduksi dan banyak diserap pecinta automotif.

Menurutnya, jika dirupiahkan, maka menurut Arif nilainya akan sangat fantastis. Dia mencontohkan, saat ini untuk mencari bahan mobil yang akan dimodifikasi sesuai selera harganya bisa mencapai Rp100 juta lebih. Belum ongkos untuk membuat onderdil ataupun mendatangkan onderdil lain dari Amerika Serikat, tentu nilainya tidak sedikit.

Hal inilah yang membuat industri ini hanya sedikit pemainnya. "Dukungan pemerintah kini sangat kami butuhkan," tuturnya.

Public Relations Jogja City Mall Fandi Sutanto mengakui jika industri automotif sangat potensial untuk digarap, terutama pendukungnya. Hal tersebut tercermin dalam ajang yang digelar di Hall Pasar Jogja yang berada di Lantai 1 Jogja City Mall.

Hall tersebut akhir pekan ini dipadati dengan miniatur bus hasil koleksi dari komunitas Small is Sexy (SIS). "Small is Sexy merupakan komunitas pecinta transportasi bus yang mewujudkan rasa cinta mereka naik bus dan moda transportasi bus dengan membuat versi miniaturnya. Anggota dari komunitas ini bukan berasal dari pengusaha bus ataupun awak bus, tapi mereka adalah orang-orang yang sangat menggandrungi miniatur bus," ungkapnya.

Tidak hanya satu atau dua jenis bus saja yang dipamerkan, melainkan berbagai miniatur bus beragam jenis dan ukuran serta nama perusahaan otobus (PO). Mulai dari Bus Patas, Bus Pariwisata, Bahkan Bus Antar kota antar propinsi-pun ada di sini.

Umumnya, miniatur bus terbuat dari material kayu, tetapi ada juga dari bahan baku resin. Tak selalu membuat sendiri, bus-bus yang dimiliki para anggota komunitas ini sebagian besar dipesan dari perajin miniatur dari berbagai kota.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Warnai Pasar Kaos dan...
Warnai Pasar Kaos dan Totebag Anak Muda, Katote Hadir dengan Desain Unik Sarat Makna
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Industri Kreatif Gusar...
Industri Kreatif Gusar Gara-gara RPP Kesehatan
Misi Flux Creative Universe...
Misi Flux Creative Universe Membangun Avengers di Industri Kreatif
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
1 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
2 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
2 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
4 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
5 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Pendukung Bashar...
3 Negara Pendukung Bashar al-Assad, Salah Satunya Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved