Pertumbuhan Kredit Perbankan Lebih Rendah dari DPK

Selasa, 22 November 2016 - 02:18 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan...
Pertumbuhan Kredit Perbankan Lebih Rendah dari DPK
A A A
YOGYAKARTA - Kinerja perbankan di DIY mengalami pertumbuhan selama semester I tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mencatat, perkembangan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit yang digulirkan perbankan di wilayah ini mengalami pertumbuhan.

Kepala OJK DIY, Fauzi Nugroho mengatakan, kinerja perbankan di DIY selama semester pertama tahun ini memang mengalami peningkatan dibanding periode sama tahun lalu. Pihaknya mencatat DPK mengalami pertumbuhan sekitar 10,44% dibanding periode sama tahun lalu. "Ada sedikit peningkatan," paparnya, Senin (21/11/2016).

Pada semester pertama tahun ini jumlah DPK yang berhasil dihimpun kalangan perbankan DIY mencapai Rp66,1 triliun, sementara periode sama tahun lalu sekitar Rp59,9 triliun. Pertumbuhannya didominasi oleh petumbuhan dari perbankan umum.

OJK mencatat porsi dari DPK bank umum mencapai Rp47 triliun. Periode yang sama tahun lalu, porsi DPK hanya sekitar Rp43 triliun atau meningkat sekitar Rp5 triliun. Sementara untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), OJK hanya mencatat DPK mereka tumbuh Rp3,3 triliun periode yang sama tahun lalu menjadi Rp4,3 triliun semester I tahun ini. Maka, perbankan harus meningkatkan kinerja mereka.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding kredit yang diluncurkan perbankan. OJK mencatat, angka kredit yang dikucurkan semester tahun ini sebesar Rp36,6 triliun. Sementara semester pertama tahun lalu sekitar Rp34 triliun.

Kredit perbankan DIY selama setahun hanya meningkat sekitar 7,4% lebih rendah dari DPK. "Memang DPK lebih tinggi. Kita lihat faktornya apa," ucapnya.

Menurutnya, tidak seimbangnya kredit dengan DPK tersebut karena selama ini banyak perbankan yang lebih berhati-hati dalam meluncurkan kreditnya. Mereka lebih memilih menginvestasikan uang mereka pada yang lebih aman seperti antar bank, sehingga pertumbuhan kredit sedikit lebih rendah dibanding DPK.

Anggota Dewan Komisioner OJK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank, Firdaus Jaelani mengakui jika pengucuran kredit di Yogyakarta yang dilakukan perbankan masih harus digenjot lagi. Sebab, angka LDR baru sekitar 66%, jauh di bawah angka nasional 91%.

Perbankan harus mencari berbagai cara agar dana yang mereka miliki atau dana yang berasal dari masyarakat bisa lebih produktif lagi. Jika sektor produktif di wilayah ini masih stagnan, maka dimungkinkan untuk mengambil strategi lain. "Perbankan di DIY harus bisa melirik ke lembaga pembiayaan," tuturnya.

Menurut Firdaus, rendahnya LDR perbankan di DIY mungkin juga dikarenakan faktor kehati-hatian. Namun, dia membantah jika banyak dana masyarakat yang ngendon di perbankan karena tidak dikucurkan dalam bentuk kredit.

Selama ini, perbankan mengalokasikan dana dari masyarakat untuk investasi seperti obligasi atau deposito ke bank lain dengan bunga lebih tinggi. Kendati demikian, pihaknya tetap mendorong agar perbankan lebih banyak mengalokasikan DPK untuk kredit.

Mereka bisa mengalokasikannya ke lembaga pembiayaan yang bersifat konsumtif. Perbankan bisa melempar dananya ke lembaga pembiayaan yang melayani kredit konsumtif seperti kredit elektronik, sepeda motor atau bahkan mobil. Karena di samping aman, return dari dana mereka juga cepat.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perbankan Setengah Hati...
Perbankan Setengah Hati Salurkan Kredit, Ekonom: Kondisinya Tidak Tepat
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan Maret Meningkat 7,2%
Akses Kredit Perbankan...
Akses Kredit Perbankan Masih Jadi Tantangan UMKM
BI: Penyaluran Kredit...
BI: Penyaluran Kredit Baru Perbankan April 2023 Tumbuh Terbatas
Penyaluran Kredit Perbankan...
Penyaluran Kredit Perbankan Bulan April 2020 Melambat 4,9%
Kredit Tahun Depan Diprediksi...
Kredit Tahun Depan Diprediksi Tumbuh 9-11%, Perbanas: Artinya Bank Punya Uang
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved