Intermediasi Perbankan Mulai Pulih, KPR dam Kredit UMKM Memimpin
Jum'at, 02 Juli 2021 - 15:33 WIB
loading...
Bank Indonesia menilai intermediasi perbankan mulai membaik, terutama di segmen konsumsi, UMKM dan KPR. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa intermediasi perbankan mulai menunjukkan perbaikan. Hal itu terlihat pada kontraksi yang menurun, tercatat sebesar -1,28% (yoy) pada Mei 2021.
Perbaikan terjadi pada seluruh segmen kredit , terutama pada kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh sebesar 6,61% (yoy), kredit konsumsi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mulai tumbuh positif masing-masing 1,39% (yoy) dan 1,70% (yoy).
Baca Juga: Penyaluran Kredit Membaik, Dana Nganggur di Bank Berkurang
Peningkatan pertumbuhan KPR, sejalan dengan pertumbuhan penjualan properti, yang didorong oleh kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) Kredit Properti dari BI, penurunan suku bunga KPR, serta insentif pajak oleh pemerintah.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan berlanjut didorong penurunan biaya dana, sejalan dengan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). SBDK pada April 2021, menurun sebesar 177 bps sejak April 2020 menjadi 8,87% pada April 2021.
Hal ini sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia, sebagai salah satu upaya mendukung percepatan transmisi kebijakan moneter serta memperluas diseminasi informasi kepada konsumen, baik korporasi maupun individu guna meningkatkan tata kelola, disiplin pasar dan kompetisi di pasar kredit perbankan.
"Namun demikian, penurunan suku bunga kredit baru masih terbatas karena persepsi risiko perbankan yang cenderung masih tinggi," kata Erwin di Jakarta, Jumat (2/7/2021).
Perbaikan terjadi pada seluruh segmen kredit , terutama pada kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh sebesar 6,61% (yoy), kredit konsumsi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang mulai tumbuh positif masing-masing 1,39% (yoy) dan 1,70% (yoy).
Baca Juga: Penyaluran Kredit Membaik, Dana Nganggur di Bank Berkurang
Peningkatan pertumbuhan KPR, sejalan dengan pertumbuhan penjualan properti, yang didorong oleh kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) Kredit Properti dari BI, penurunan suku bunga KPR, serta insentif pajak oleh pemerintah.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penurunan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan berlanjut didorong penurunan biaya dana, sejalan dengan penurunan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). SBDK pada April 2021, menurun sebesar 177 bps sejak April 2020 menjadi 8,87% pada April 2021.
Hal ini sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia, sebagai salah satu upaya mendukung percepatan transmisi kebijakan moneter serta memperluas diseminasi informasi kepada konsumen, baik korporasi maupun individu guna meningkatkan tata kelola, disiplin pasar dan kompetisi di pasar kredit perbankan.
"Namun demikian, penurunan suku bunga kredit baru masih terbatas karena persepsi risiko perbankan yang cenderung masih tinggi," kata Erwin di Jakarta, Jumat (2/7/2021).
Lihat Juga :