Respons Sri Mulyani terkait Pejabat Pajak Tertangkap KPK

Selasa, 22 November 2016 - 11:43 WIB
Respons Sri Mulyani...
Respons Sri Mulyani terkait Pejabat Pajak Tertangkap KPK
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara terkait salah seorang pejabat di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu berinisial HS, yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

(Baca: KPK Tangkap Pejabat Ditjen Pajak, Rp1,3 Miliar Disita)

Pejabat tersebut ditangkap saat sedang melakukan transaksi suap, namun belum diketahui berapa nilai suap. Beredar informasi dalam operasi itu, KPK menyita uang sebesar Rp1,3 miliar. Kabarnya, uang tersebut untuk mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh pengusaha berinisial MH.

Sri Mulyani pun menghargai langkah KPK dalam kasus tersebut. Menurutnya, penyakit korupsi dan ketamakan staf Kementerian Keuangan memang sudah harus diperangi.

"Jadi, adanya langkah yang dilakukan KPK waktu kami menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa Presiden sangat komitmen untuk memerangi berbagai macam praktik pungli dan korupsi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, komitmen pemerintah untuk melakukan perubahan di tubuh Ditjen Pajak berulang kali dikatakan. Di mana, jika petugas pajak tetap tidak mau berubah, maka dia menyerahkan hal tersebut kepada institusi berwenang.

(Baca: Pejabatnya Kena OTT, Ditjen Pajak Tunggu Penjelasan KPK)

"Saya senang bahwa yang selama ini dilakukan KPK sebetulnya kerja sama dengan Irjen, selama ini informasi intelnya berasal dari kami di internal. Jadi, di dalam Kemenkeu ada unit dan pengawasan yang bekerja kemudian untuk melakukan penindakan sama-sama dengan KPK, jadi saya sangat menyambut positif langkah ini," imbuh dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, OTT KPK ini menjadi sinyal kepada seluruh jajaran Ditjen Pajak maupun Kemenkeu secara umum bahwa sebagian besar pegawai adalah orang yang baik. Jika ada segelintir yang melakukan pengkhianatan, maka itulah yang harus diperangi.

"Mereka yang harusnya dihilangkan atau diperangi bersama, baik dari internal, baik itu di pajak, bea cukai, orang-orang yang baik harus memerangi orang yang jelek ini. Kalaupun diperlukan intervensi dari institusi lain adalah pembersihan secara cepat dan efektif‎," terang Sri Mulyani.

Diberitakan sebelumnya, KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT), kemarin. Kali ini KPK dikabarkan menangkap pejabat Eselon III di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu.

Diduga pejabat itu menerima suap untuk mengurangi pajak yang ditanggung oleh wajib pajak. "Ada OTT Eselon III pajak di Jakarta," kata sumber di KPK.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Sri Mulyani Kantongi...
Sri Mulyani Kantongi Rp3,92 Triliun dari Pajak Digital
Sri Mulyani Resmi Tarik...
Sri Mulyani Resmi Tarik Pajak Pengguna WeTransfer & OffGamers
Sri Mulyani Diminta...
Sri Mulyani Diminta Tak Usik Dunia Usaha dengan Revisi Target Pajak
Megawati Dukung Sri...
Megawati Dukung Sri Mulyani Bersih-bersih Ditjen Pajak
Sri Mulyani: Tukang...
Sri Mulyani: Tukang Pulsa Tidak Dipajaki, tapi Distributornya Iya!
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
55 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
Tegas, Sri Mulyani Minta...
Tegas, Sri Mulyani Minta Anak Buahnya Netral di Pemilu 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved