Analis: Demo 2 Desember Berpotensi Perparah Pasar Keuangan

Rabu, 23 November 2016 - 00:09 WIB
Analis: Demo 2 Desember...
Analis: Demo 2 Desember Berpotensi Perparah Pasar Keuangan
A A A
JAKARTA - Analis pasar uang PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan, persoalan dalam negeri seperti aksi demo yang akan berlangsung pada 2 Desember 2016, mendatang sedikit banyak dapat memberikan dampak negatif ke pasar keuangan. Menurutnya pelaku pasar berharap kondisi dalam negeri stabil baik dari sisi politik maupun ekonomi.

(Baca Juga: Siaga, Dana Asing Terus Minggat dari Pasar Modal)

Apalagi tambahnya tekanan ekternal begitu kuat seiring The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) berencana menaikkan suku bunga acuan AS alias Fed rate. Bila ditambah dengan sentimen negatif dari dalam negeri tentu berpotensi perparah pasar keuangan.

"Pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen dalam negeri dan eksternal. Sehingga, pelaku pasar keuangan berharap demo berjalan dengan damai, kalau anarkis bisa memperparah keadaan," terang Lukman Leong saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (22/11).

(Baca Juga: Rencana Aksi Demo 2 Desember Akan Picu Kekhawatiran Investor)

Kendati demikian, sambung dia, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejauh ini masih terbilang stabil. Diperkirakan sepekan ke depan bergerak pada kisaran level Rp13.400 per USD hingga Rp 13.500 per USD.

"Fundamental kita masih dalam kondisi baik, suku bunga masih dipertahankan, inflasi juga terjaga. Kami berharap kondisi ‎baik ini tetap terjaga," tandasnya.

Sebagai informasi, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan di pasar spot, Selasa (22/11) kembali tidak berdaya. Rupiah di indeks Bloomberg, jatuh 37 poin atau 0,28% ke posisi Rp13.443/USD.

Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.410/USD. Dan sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.380-Rp13.460/USD. Sementara itu, data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah berakhir jatuh ke Rp13.455/USD, dimana pagi tadi rupiah dibuka di level Rp13.412/USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
34 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
44 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
1 jam yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
2 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved