Indonesia Diminta Tak Terlena dengan Kekayaan SDA

Kamis, 24 November 2016 - 11:08 WIB
Indonesia Diminta Tak...
Indonesia Diminta Tak Terlena dengan Kekayaan SDA
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Ahmad Baiquni mengakui, Indonesia merupakan negara berkembang (emerging market) yang atraktif sebagai negara tujuan investasi. Hal ini karena Indonesia dilimpahi bonus demografi besar, pertumbuhan kelas menengah yang tinggi, dan pendapatan per kapita yang terus meningkat.

Namun, lanjut dia, bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki jangan lantas membuat ‎Indonesia terlena. Sebab, banyak negara kaya sumber daya alam justru jatuh terpuruk karena hanya berleha dengan kekayaan tersebut.

"‎Kita perlu waspada karena banyak negara dengan SDA melimpah justru sulit maju karena terlena dengan eksploitasi SDA dan tidak mengembangkan sektor yang lebih berkesinambungan," kata dia dalam acara CEO Forum 2016 di JCC, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Menurutnya, Indonesia juga harus meningkatkan pertumbuhan investasi di Indonesia. Sejauh ini, Indonesia cukup beruntung, meski kondisi ekonomi global sedang tidak baik, realisasi investasi di Indonesia cukup positif. Bahkan, investasi yang masuk justru didominasi penanaman modal asing (PMA).

(Baca: Bos BNI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terbesar Ketiga di G20)

"Total realisasi PMA dan PMDN sampai September Rp543,4 triliun, 13,4% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Dibanding target 2016 yang sekitar Rp595 triliun maka tercapai 75% dari target. Namun menurut kami, kinerja ini masih bisa diakselarasi lebih agresif, terutama untuk mencapai target jangka menengah BKPM 2015-2019 total Rp3.516 triliun," imbuh dia.

Untuk mengembangkan iklim investasi di Indonesia, maka yang harus dilakukan pemerintah adalah menguatkan kondisi ekonomi makro dengan menciptakan stabili‎tas ekonomi dan sosial, menyediakan infrastruktur, serta memperbaiki tata kelola pemerintah dan kelembagaan yang baik.

"‎Te‎rmasuk kebijakan peraturan perpajakan higga sektor keuangan. Apabila ketiga strategi berjalan baik maka perbaikan iklim investasi akan menjadi kenyataan," ujar Baiquni.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Prabowo Pamer Kekayaan...
Prabowo Pamer Kekayaan Alam RI di Rusia: Jika Diselewengkan Bisa Jadi Kutukan
Dijuluki Negeri Seribu...
Dijuluki Negeri Seribu Pulau, Indonesia Kaya Akan Sumber Daya Alam Apa?
Kebijakan dan Ekonomi...
Kebijakan dan Ekonomi Politik Oligarki Eksploitasi Sumber Daya Alam
Bukan Kaleng-kaleng,...
Bukan Kaleng-kaleng, Intip Potensi Investasi Harta Karun Tambang RI
Genjot Hilirisasi, Erick...
Genjot Hilirisasi, Erick Thohir Pastikan Pasar RI Tak Dieksploitasi Asing
Tata Kelola SDA Sultra...
Tata Kelola SDA Sultra Harus Serap Kepentingan Warga Lokal
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved