Sentuh Level Rp13.500/USD, BI Sebut Kejatuhan Rupiah Temporer

Jum'at, 25 November 2016 - 06:04 WIB
Sentuh Level Rp13.500/USD,...
Sentuh Level Rp13.500/USD, BI Sebut Kejatuhan Rupiah Temporer
A A A
SURABAYA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang merosot hingga menyentuh level Rp13.500/USD hanya bersifat sementara. Diterangkan mayoritas mata uang negara lain juga dinilai sedang mengalami volatilitas tinggi.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, volatilitas pasar keuangan dunia terjadi sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Arah kebijakan Trump yang masih abu-abu diyakini menjadi alasan fenomena ini terjadi.

"Sebenarnya saya sudah sampaikan sejak Trump terpilih ada volatilitas di pasar keuangan internasional dan menurut kami ini temporer karena belum ada kejelasan arah kebijakan kabinetnya Trump. Ini seperti apa? Apakah seperti yang diucapkan Trump saat kampanye yakni akan mendorong utang pemerintah meningkat, akan digenjot ekonominya?" ujarnya di Surabaya, Kamis (24/11/2016).

Lebih lanjut doa menjelaskan, jika semua wacana kebijakan Trump ketika kampanye tersebut jadi kenyataan maka otomatis AS harus menerbitkan surat utang untuk mendorong perekonomian. Ketika itu terwujud, inflasi di Negara Paman Sam -julukan AS- akan naik.

"Kalau itu dilakukan, maka yang terjadi adalah rate dari bunga surat utang AS akan naik. Kalau dorong ekonomi terlalu kencang maka inflasi AS akan naik lebih cepat. Itulah yang memuat rate utang AS meningkat dan membuat dolar menguat terhadap mata uang lainnya," katanya.

Beberapa mata uang lain, menurut dia seperti yen dan euro juga terseret oleh penguatan USD. Diterangkan mata uang di Asia juga tidak lepas dari pengaruh keperkasaan USD. "Yen jepang sudah melemah 6%, termasuk Eropa dan Asia juga melemah, Amerika Latin juga melemah termasuk rupiah," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rupiah Menguat 1,21%,...
Rupiah Menguat 1,21%, Bos BI: Lebih Perkasa dari Peso Filipina dan Baht Thailand Cs
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD,...
Rupiah Sentuh Rp15.533/USD, Gubernur BI Sebut Lebih Kuat Dibanding Peso, Rupee dan Baht
Rupiah Tembus Rp16.420...
Rupiah Tembus Rp16.420 per USD, Bos BI Ungkap Apa yang Terjadi
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Gubernur BI: Rupiah...
Gubernur BI: Rupiah Terus Menguat Kalahkan Malaysia, Filipina dan Thailand
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
1 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
3 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
4 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
8 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
16 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
17 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved