SAS Indonesia dan i3 Consulting Kolaborasi Lawan Pencucian Uang

Kamis, 24 November 2016 - 22:48 WIB
SAS Indonesia dan i3...
SAS Indonesia dan i3 Consulting Kolaborasi Lawan Pencucian Uang
A A A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong institusi finansial memeriksa dengan teliti praktik anti pencucian uang di setiap institusi, dan menerapkan strategi terdepan untuk memonitor data terkait aktivitas terlarang. Untuk itu, SAS Indonesia dan i3 Consulting berkolaborasi melawan aktivitas pencucian uang.

Country Manager SAS Indonesia, Peter Sugiapranata mengemukakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi aktivitas pencucian uang yang berimplikasi besar terhadap kestabilan dan integritas keuangan, bahkan dapat berimplikasi pada pembiayaan terorisme.

“Lembaga keuangan diharapkan mampu menyelesaikan tantangan regulasi terkait anti-money laundering tapi di sisi lain bisnis tentu tidak boleh terhambat. Karena itu, dibutuhkan teknologi yang dapat membantu perbankan dalam menjawab tantangan anti-money laundering secara lebih efektif, terstruktur, dan efisien,” ujarnya, dalam keterangan resmi kepada SINDOnews.

Neeraj Tripathi, AML Solution Expert dari i3 Consulting India mengatakan, untuk mendukung penanganan terhadap data, dari pemrosesan big data sampai pada akses dan integrasi terhadap sumber data yang sudah ada, pihaknya memperkenalkan sebuah solusi AML end-to-end. Hal ini mencakup semua langkah yang terlibat dalam proses AML di semua area utama – pengawasan aktivitas mencurigakan, uji kelayakan pelanggan, penyaringan watch list, dan manajemen kasus investigasi.

“AML Select adalah sebuah solusi yang dikembangkan untuk membantu perbankan memenuhi regulasi utama AML dari PPATK dan OJK. Ini adalah solusi yang kuat dan terukur serta sangat mudah disesuaikan dengan setiap kebutuhan bank,” jelasnya.

“Solusi ini akan memenuhi permintaan kepatuhan sebagaimana diatur oleh badan regulasi Indonesia. Mengidentifikasi transaksi mencurigakan berdasarkan skenario, menginvestigasi transaksi mencurigakan, memperoleh laporan aktivitas yang berjalan, dan menyediakan ringkasan dari semua dokumen,” tandas Neeraj.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Intip Potensi Besar...
Intip Potensi Besar Keuangan Syariah
Kemenkeu Mendorong Sektor...
Kemenkeu Mendorong Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Berkembang
Stabilkan Keuangan Akibat...
Stabilkan Keuangan Akibat Dompet Tipis usai Lebaran
Keuangan Negara 2021...
Keuangan Negara 2021 Dinyatakan WTP
Diskusi Bertajuk Traveling...
Diskusi Bertajuk Traveling Sekeluarga Anti Boncos
Jaga Kepercayaan Publik,...
Jaga Kepercayaan Publik, IAPI konsisten Lahirkan Ahli Keuangan Investigator
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
43 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
1 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
2 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
12 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
13 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved